Referral Banners

Minggu, 28 April 2013

Lebih Baik Seperti Ini (Kamila's Last Love Letter)


Ketika masa mencintai itu datang..
Sungguh aku tak menyangka akan seindah ini…
Bersama-sama merangkai hari indah hanya untuk sebuah kenangan..

Lalu kau pergi entah kemana..
Meninggalkanku linglung tanpa kejelasan..
Aku bersungkur pada-Nya..
Hanya IA yang mampu mengembalikanmu…
Tak peduli akhirnya.. Tanpa tahu batasnya..
Aku memintamu padaNYA...

Sampai ketika kau kembali…
Mengarahkanku pada kesimpulan yang tak berbukti…
Tuhan benar meminjamkan waktuNYA untukku..
Membuatku Meniti sebuah memori indah diatas kuasaNYA..
Hanya saja aku yang semakin  tak mengerti ..
Kenapa Tuhan bentangkan asa,,,
Padahal tahu akhirnya semenyedihkan apa..
Sampai waktu yang ia pinjamkan habis..
Aku benar-benar menyesal karena tak bijak menggunakannya..

Kau pergi kearah lain..
Tepat sebelum aku mengembalikan waktu itu padaNYA..
Menyadari bahwa sampai detik ini pun aku tetap sendiri…
Menyadari bahwa mungkin selama ini aku memang mencintaimu sendiri…
Kenyataan bahwa ternyata kau lebih mengerti aku… daripada aku tentangmu…..
Bahkan aku tak tahu sejak kapan kau mencintaiku..
Kenapa kau mencintaiku..
Kenapa kau kembali padaku..
Kenapa kau pergi dariku setelahnya…

Tak apa.. Tak menjadi masalah sekarang..
Karena akhirnya aku paham siapa yang mencintaiku seutuhnya..
Yang bersedia memberikan waktu…
hanya agar aku bisa meretas kisah cinta yang tak terlupakan bersamamu…
Lebih baik berakhir seperti ini..
Dengan cintaku yang masih saja sendiri..
Lebih baik di buaianNYA saja..
Lebih baik di sisiNYA saja…
Sekarang.. Lebih baik seperti ini saja..

Read More......

Kamis, 11 April 2013

Yang Ku Rindu By: Hasanuddin Al-Habib (STI-46-83)

yang kurindu..
yang ku damba..
disetiap gelora malam pekat ini..
disetiap harum kilau mentari..
hangat merasuki..  
kuingin semangat itu.. 
yang membakar ranting-ranting jiwa sunyi ini hingga memerah.. 
yang meluluh-lantakkan keputus asaan di lubuk mata.. 
yang meraih kornea ini tuk melangkah menatap masa jaya.. 
seperti di tahun itu.. 
benar lenyap terasa.. 
penat ini menghantui.. 
bosan ini menggantung di ujung langkah ini.. 
heran dengan sikap senja yang mulai lesu dengan aktivitasnya.. 
meski enggan menoleh pada keraguan semata.. 
tersesat ku di alam tanpa batas naluri ini.. 
terhentakku di angan yang tak berujung ini.. 
dibingungkan dengan gurauan api-api setan itu.. 
menggilaiku penuh dusta tak bernyawa.. 
ingin ku lepas langit itu.. 
tak ingin ku hiraukan sayup-sayup lamunan bisu ini.. 
ingin ku hempas tirai awan itu.. 
tak ingin ku jatuh disini.. 
berdirilah wahai surya.. 
tersenyumlah wahai senja.. 
angkat tanganmu wahai bumi.. 
teriaklah wahai bintang hati.. 
kembali ke jalanmu.. 
melangkah penuh api.. 
melangkah melewati duri.. 
lompati jurang-jurang tak bertepi.. 

BUKA MATAMU WAHAI SENJA.. 
YANG KU RINDU SEMANGATMU.. 
YANG KURINDU HANGAT NYAWA ITU.. 
BERKOBARLAH.. 
NIKMATI KEMENANGANMU KELAK.. 
ANGKAT KAKIMU DAN TERUSLAH MELANGKAH.......................... 
.
.
.
Surabaya,06 Desember 2011, 02: 59 a.m. 
.
.
.
Hasanuddin Al-Habib

Read More......

Senin, 08 April 2013

Repost Tere Lije

*Angin, Hujan dan Sakit Hati
Kenapa ada angin?
Agar orang-orang tahu kalau ada udara di sekitarnya.
Tiap detik kita menghirup udara, kadang lupa sedang bernafas.
Tiap detik kita berada dalam udara, lebih sering tidak menyadarinya
Angin memberi kabar bagi para pemikir
Wahai, sungguh ada sesuatu di sekitar kita
Meski tidak terlihat, tidak bisa dipegang

Kenapa ada hujan? Agar orang-orang paham kalau ada langit di atas sana 
Tiap detik kita melintas di bawahnya, lebih sering mengeluh 
Tiap detik kita bernaung di bawahnya, lebih sering mengabaikan 
Hujan memberi kabar bagi para pujangga 
Aduhai, sungguh ada yang menaungi di atas 
Meski tidak tahu batasnya, tidak ada wujudnya 
Begitulah kehidupan. 
Ada banyak pertanda bagi orang yang mau memikirkannya 

Kenapa kita sakit hati? 
Agar orang-orang paham dia adalah manusia 
Tiap saat kita melalui hidup, lebih sering tidak peduli 
Tiap saat kita menjalani hidup, mungkin tidak merasa sedang hidup 
Sakit hati memberi kabar bagi manusia bahwa kita adalah manusia 
Sungguh, tidak ada hewan, binatang yang bisa sakit hati 
Apalagi batu, kayu, tanah, tiada pernah sakit hati 
Maka berdirilah sejenak, rasakan angin menerpa wajah 
Lantas tersenyum, ada udara di sekitar kita 

Maka mendongaklah menatap ke atas, tatap bulan gemintang atau langit biru bersaput awan 
Lantas mengangguk takjim, ada langit di sana 
Maka berhentilah sejenak saat sakit hati itu tiba, rasakan segenap sensasinya 
Lantas tertawa kecil atau terkekeh juga boleh, kita adalah manusia....

Read More......