Minggu, 28 April 2013
Lebih Baik Seperti Ini (Kamila's Last Love Letter)
Kamis, 11 April 2013
Yang Ku Rindu By: Hasanuddin Al-Habib (STI-46-83)
yang kurindu..
yang ku damba..
disetiap gelora malam pekat ini..
disetiap harum kilau mentari..
hangat merasuki..
kuingin semangat itu..
yang membakar ranting-ranting jiwa sunyi ini hingga memerah..
yang meluluh-lantakkan keputus asaan di lubuk mata..
yang meraih kornea ini tuk melangkah menatap masa jaya..
seperti di tahun itu..
benar lenyap terasa..
penat ini menghantui..
bosan ini menggantung di ujung langkah ini..
heran dengan sikap senja yang mulai lesu dengan aktivitasnya..
meski enggan menoleh pada keraguan semata..
tersesat ku di alam tanpa batas naluri ini..
terhentakku di angan yang tak berujung ini..
dibingungkan dengan gurauan api-api setan itu..
menggilaiku penuh dusta tak bernyawa..
ingin ku lepas langit itu..
tak ingin ku hiraukan sayup-sayup lamunan bisu ini..
ingin ku hempas tirai awan itu..
tak ingin ku jatuh disini..
berdirilah wahai surya..
tersenyumlah wahai senja..
angkat tanganmu wahai bumi..
teriaklah wahai bintang hati..
kembali ke jalanmu..
melangkah penuh api..
melangkah melewati duri..
lompati jurang-jurang tak bertepi..
BUKA MATAMU WAHAI SENJA..
YANG KU RINDU SEMANGATMU..
YANG KURINDU HANGAT NYAWA ITU..
BERKOBARLAH..
NIKMATI KEMENANGANMU KELAK..
ANGKAT KAKIMU DAN TERUSLAH MELANGKAH..........................
.
.
.
Surabaya,06 Desember 2011, 02: 59 a.m.
.
.
.
Hasanuddin Al-Habib
Rabu, 10 April 2013
Senin, 08 April 2013
Repost Tere Lije
*Angin, Hujan dan Sakit Hati
Kenapa ada angin?
Agar orang-orang tahu kalau ada udara di sekitarnya.
Tiap detik kita menghirup udara, kadang lupa sedang bernafas.
Tiap detik kita berada dalam udara, lebih sering tidak menyadarinya
Angin memberi kabar bagi para pemikir
Wahai, sungguh ada sesuatu di sekitar kita
Meski tidak terlihat, tidak bisa dipegang
Kenapa ada hujan?
Agar orang-orang paham kalau ada langit di atas sana
Tiap detik kita melintas di bawahnya, lebih sering mengeluh
Tiap detik kita bernaung di bawahnya, lebih sering mengabaikan
Hujan memberi kabar bagi para pujangga
Aduhai, sungguh ada yang menaungi di atas
Meski tidak tahu batasnya, tidak ada wujudnya
Begitulah kehidupan.
Ada banyak pertanda bagi orang yang mau memikirkannya
Kenapa kita sakit hati?
Agar orang-orang paham dia adalah manusia
Tiap saat kita melalui hidup, lebih sering tidak peduli
Tiap saat kita menjalani hidup, mungkin tidak merasa sedang hidup
Sakit hati memberi kabar bagi manusia bahwa kita adalah manusia
Sungguh, tidak ada hewan, binatang yang bisa sakit hati
Apalagi batu, kayu, tanah, tiada pernah sakit hati
Maka berdirilah sejenak, rasakan angin menerpa wajah
Lantas tersenyum, ada udara di sekitar kita
Maka mendongaklah menatap ke atas, tatap bulan gemintang atau langit biru bersaput awan
Lantas mengangguk takjim, ada langit di sana
Maka berhentilah sejenak saat sakit hati itu tiba, rasakan segenap sensasinya
Lantas tertawa kecil atau terkekeh juga boleh, kita adalah manusia....
