Referral Banners

Minggu, 19 Januari 2014

Mirip_miris

bagaimana ini.. sepertinya aku terjebak..
siapa yang akan tahu..
cara mengendus sesuatu yang tak berbau..
mencari sesuatu yang bahkan tidak ada jejaknya..

siapa yang akan percaya..
bahwa orang semalaikat dia pernah ada denganku..
jika aku mencintainya seperti ini..
dan dia meninggalkanku dalam sekedipan mata..

ini bahkan melelahkan..
dan lebih menyakitkan daripada harus bertatap muka setiap hari..
tapi aku tak bisa berhenti..
dan mungkin juga terlambat untuk dihentikan sekalipun..

untuk kau yang tak bisa terjangkau apapun..
ingatan tentangmu sungguh menampar ..
dan walau sampai kapanpun aku tidak tahu akhirnya..
dan walau sampai kapanpun aku tidak akan pernah lagi  bisa menemukanmu..
semoga kau.. tetap kau..

ini mirip.. miris sekali ternyata bukan.. tidak ada cara agar kau ada.. dan bisa jadi kau yang membuat tak ada..


Read More......

Selasa, 14 Januari 2014

Jadi . . .

bagaimana aku dikatakan menghilang..
jika sedari awal aku memang tidak pernah disana..
dan apakah itu artinya kau kehilangan?
sudah pasti bukan hanya bermanis mulut?
kenyataannya bahkan kau tidak tahu apa yang sedang kau tanyakan sekarang..


aku tahu semenyedihkan apa ketika aku berkata demikian..tapi hanya ini yang bisa aku jelaskan, ditengah rasa iri ku berada disana.. percayalah saja.. hanya ini satu-satunya jalan aku menyelamatkan perasaanku, menjaga kekeras-kepalaanku..

aku tidak ingin berpusing-pusing membuat kenangan yang ternyata akhirnya hanya akan ada aku seorang..
dan aku juga tak ingin melibatkan harapan apapun jika ternyata akhirnya kau tidak pernah menganggapku sebagai  bagianmu...


jadi pada akhirnya, disinilah aku sekarang..
berdiri seorang diri..
terpesona melihat senyuman kalian
sudah pasti dari kejauhan..

Read More......

Jumat, 10 Januari 2014

Hidupku.., Hidupmu...


#untuk semua yang menyakiti pohon disekeliling aku berjalan..


Apa tubuhmu juga tertancapi sesuatu seperti tubuhku..
Apa kau bahkan tahu rasanya..
Tapi aku tak bisa mengaduh..
Tapi aku tak bisa menahan kau melakukannya..
Hanya semakin lama gugur daunku menjelaskan semuanya..
Bahwa aku bertahan sampai mati untuk kehidupanmu..
Namun hidupmu kau sia-siakan untuk membuatku mati..
Lihat jika suatu hari aku tak berpihak padamu..
Apa kau juga masih  tidak akan menghargaiku. . .
Aku menjaga jika kau mengasihi..
Dan Aku akan menjadi musuh jika kau semena-mena..
Bahwa aku bertahan sampai mati untuk kehidupanmu..
Namun hidupmu kau sia-siakan untuk membuatku mati..

Read More......

Kaca

Aku menggemari cerita sedih karena seolah menemukan rumah untuk menangis..
Kaca untuk selalu melihat luka yang ingin ku sembuhkan..
Dalam emosinya..
Aku berharap marah dan menemukan akhir seperti dongeng..
Saat semua berkhir..
Maka kaca pun sirna..
Tak bisa melihat luka.. Buta..
 Hingga kembali ke dunia nyata sembari merasakan sayatan yang tersisa...


Betapa susahnya,,
membencinya tanpa ampun sembari mencintainya setengah mati..
Melakukan keduanya sepanjang waktu hanya mengaburkan apa yang seharusnya aku ingin.. 
Menjauhkan apa yang seharusnya aku dapat..
Aku mengasihani diriku sendiri bukan karena kau tinggalkan..
Tapi karena aku tidak bisa kembali seperti semula... Sepertimu..
Memperjelas seberapa jauh dan dalam jejak yang kau tinggalkan walau sudah terhapus ombak..
Iya..
Ini aku..
Yang  mencintaimu..
Yang kau tinggalkan..   

Read More......

Talk less


Apa yang harus aku katakan sekarang..
Aku merindukanmu setengah mati.. Tapi aku tidak pernah berani meminta pada tuhan agar mempertemukan kita..
Bisa jadi karena aku takut aku tidak pantas bertemu denganmu.. Bisa jadi karena kesia-sia an saja untuk bertemu denganmu sedang tidak akan mengubah suatu apapun..

Di hari itu.. Aku ingin sekali menangis,.. Tapi entah kenapa aku berhasil menahan air mataku..
Hal yang sampai saat ini kusesali karena aku berharap itu bisa menahanmu..
Aku yang biasanya bisa menangis hanya karena menyaksikan semut bertengkar.. Mendengar cerita ayah pinguin yang tidak mau mengasuh anak-anaknya lagi.. Atau hanya melihat burung merpati terbang pergi menjauhi sarang kekasihnya..  Entah kenapa tidak menangis saat kau tinggalkan.. Namun berkubang duka saat dibelakangmu.. Hal yang benar-benar ku sesali sampai di detik aku berada dihadapanmu kembali saat ini.,.,

Aku ingin marah dan berteriak mengumpat padamu.. Bagaimana bisa kau seegois ini.. Bagaimana bisa aku menangisi  kau sementara menurutku kau tidak pernah menangisiku… bahkan aku tidak bisa berhenti berdoa untuk kebahagiaanmu, walaau itu artinya aku berdoa untukmu dan wanita yang kau cintai meski itu bukan aku.. Bagaimana bisa hanya aku yang harus menahan semua ini bertahun-tahun lamanya sedang kau tidak pernah menoleh sedikitpun pada luka itu.. Bagaimana bisa orang semalaikat dirimu bisa menjadi sesuatu yang sangat menyakitkan… berapa lama lagi aku harus berteriak bahwa ini adil sedang keadaanku seperti ini.  Walau aku masih bisa bersyukur telah dipertemukan denganmu, bagaimana bisa luka ini tak berhenti untuk membuatku merasa sakit sepanjang waktu.

Melihat kau baik-baik saja seperti menyaksikan sendiri,, bahwa tuhan benar-benar mendengar doaku selama ini..
Mungkin belum saatnya luka ini sembuh.. IA akan mendengar doaku dan mengabulkannya bukan? Maka mungkin aku hanya harus merasakannya sampai dititik aku tak bisa menjerit kesakitan karena tak ada lagi kata yang mewakilinya.. Saat aku mati rasa.. Mungkin disitulah IA akan melepaskan rasa sakit ini daripadaku..

Read More......

Selasa, 07 Januari 2014

Mimpi

         Mimpi.. cita-cita.. keinginan.. sekalipun harus merangkak dan bergelayutan di jalan untuk menempuhnya, bukankah kita tetap harus bertahan agar sampai. begitulah aku sekarang, aku ingin seperti ini dan seperti itu.. aku ingin mendapat ini dan memperoleh itu, aku ingin mencapai ini dan berada disana-sini. bukankah banyak sekali yang kuinginkan, maka aku tidak bisa menyerah hanya karena jalannya berbatu dan melukai kakiku. namun aku tetap aku, seperti manusia yang tidak bisa dipisah dari ke-manusia-an-nya, begitu juga aku. tetap saja selalu ada waktu untuk merasa jatuh di sela sibuknya 24 jam. selalu ada rasa takut tentang bagaimana akhirnya nanti walau sudah bekerja keras tanpa ampun. jadi disinilah aku berada. di tumpah ruah sampahan pikiran dan hatiku yang sudah harus tersalur. tak mengapa jika tidak ada yang menepuk pundakku seraya berkata hal-hal yang menghibur, tak mengapa jika tak ada pelukan untuk sedetik saja aku menangis tersedu, tak mengapa bahkan jika siapapun yang menemukan ini akan merasa bahwa aku sangat berlebihan.. (dan hey, lihatlah sendiri di kedalamanmu.. melakukan apa yang sedang kulakukan seperti ini sangat membantu pada akhirnya.. coba saja.. ). aku tahu aku harus tetap semangat sampai akhir, seberapa buruk atau baik akhirnya nanti. aku percaya Tuhan lebih tahu yang terbaik dari aku. aku hanya harus berusaha dan percaya bahwa tuhan akan mengurus sisanya. aku selalu mengulang-ulang kalimat mujarab itu untuk menenangkanku di saat aku seperti ini, namun tetap saja.. aku memang butuh menulis.

             Mimpi.. keinginan menjadi penulis.. semenjak seseorang itu membisikkan kata penulis di kehidupanku. aku mulai memikirkannya. iyakah? benarkah? bisakah? selalu mengotori lamunanku. hal yang terbaik yang aku bisa adalah mencari dan berada sedekat mungkin dengan jalan menuju kesana. apakah aku akan berhasil? aku masih belum tahu.. namun aku sudah dan masih berusaha untuk mencapainya. untuk dia kah? aku juga belum tahu itu, kenyataan bahwa suatu saat bila mungkin aku menjadi seorang penulis maka itu karena ia menyarankanku seperti itu atau semua murni karena aku masih sangat membingungkan untuk ditelaah. namun satu hal yang sampai saat ini aku sadari bahwa setiap aku menulis maka aku akan teringat pada ucapannya. dan setiap aku mengingat tanpa sadar ucapannya maka hatiku menjadi basah,, air mata keluar tanpa bisa dicegah.. semakin aku lari pada sujudku maka aku semakin pula memohon pada-Nya.. agar dijauhkan semua duka dari hidupnya.. dijauhkan dari semua perasaan omong kosong yang tidak perlu (seperti yang aku rasakan saat ini) dari padanya..

nb: entah kenapa aku juga ingin memberi tahunya.. bahwa apa-apa yang tidak bisa atau terlambat untuk dicegah.. bukankah masih bisa disyukuri?! seperti perpisahanku dengannya.. seperti air mata yang mengalir saat mengingatnya.. seperti saat ini.. aku disini dan entah kau ada dimana..

Read More......