sepertinya aq hanya ingin mengetik sesuatu disini..
berharap bahwa sesuatu itu akan kau baca di kemudian hari..
di suatu waktu tertentu..
konyol bukan..
bahwa aq selalu berpikiran sedemikian baiknya untukmu..
tanpa repot- repot menelaah..
apakah kau akan berpikiran sama sepertiku..
lebih tepatnya aq takut mendengar dan menerima takdir...
bahwa aq hanya buang-buang waktu saja untuk memikirkanmu......
Senin, 11 Juni 2012
aq yang tetap bodoh untukmu
Biar Saja Aku
aku hanya tau cara untuk belajar mencintaimu dan merindukannya..
jadi biarkanlah aku seperti ini adanya..
tanpa perlukau ingatkan lagi..
hari hari yang telah terlewati bersama..
aq tau..aq paham..
karena aku yang mengukirnya..
jadi biarkanlah aku begini..
dengan segala keterbatasan untuk bersegera melupakannya..
dan meninggalkannya sebatas kenangan...
Minggu, 13 Mei 2012
UNTITLED
Geli sebenarnya,, apa aku menertawakan lelucon,, atau aku menertawakan diriku sendiri,, atau lelucon sedang menertawakanku,, menertawakan tentang jalan hidupku,, tentang kesempatan yang tak sempat ku baca ,, tentang keputusan terburu-buru untuk bermain api,, dan baru tersadar setelah sekian lama berkubang,,, mati jika kembali,, tak ada jalan untuk kembali,, semua harus selesai disini,, di tulisan ini,, di carukmaruk rentetan muntahan hati dan pikirku,, harus.. harus ada yang terselesaikan…
Aku mulai berpikir banyak,, banyak sekali,, tentang apa yang pernah kau rasakan,, tentang apa yang pernah kau bicarakan,, tentang apa yang selanjutnya akan kau berikan padaku,, bahkan jika seluruh dunia meludah padamu pun aku masih menjadi pemujamu… karena kau tak mengijinkan aku terbatasi oleh perkataanmu,, oleh pikiranmu,, kau berharap aku merasakannya,, agar aku tau apa yang sedang kau bicarakan,, kau mengajariku dengan jalanmu,, dengan hidupku,, alasan bahwa kau bilang tak ada yang percaya picis omonganmu.. Sekarang mungkin aku merasakannya,, menjalani apa yang kau pikirkan… bahkan mungkin mengulang apa yang kau lakukan….tapi Tak menemukan jalan kembali.. Gelap.. Aku hanya terpekur dengan jalurnya,, bagaimana bisa.. B`gaimana sanggup aku.. Tak baik mengutuk kegelapan.. Tapi bahkan aku tak mampu menyalakan setengah batang lilin yang kau sisa..menangis tanpa suara.. Merintih kepada senyap.. Begitu mudahnya kau bermain dengan keputusan.. Hanya perlu meneguhkan hati bukan?! Tapi apakah akan semudah pikiranku saat ini ketika aku ingin merengkuh bahagiaku sendiri,, bukankah aku sudah diijinkan tetap bahagia dengan mengenang kisah cinta kita,, bukankah aku punya janji yang tetap harus teguh ku jalankan.. Akh… mungkin aku tak sehati-hati kau.. Tak sehati-hati kau dalam berucap.. Dan kini aku berkubang di pusara yang ku cipta..
Bagaimana mungkin.. Bagaimana bisa setelah meyakinkanmu dengan definisi kau dan dia.. Justru aku menemukan potongan puzzle yang lain.. Potongan puzzle yang bahkan tak seberapa.. Tapi menggoyahkan lututku.. Membuatnya diam tak bisa berjalan.. Membuatnya berhenti mengomando otak dan hati agar tetap berjalan di jalan yang telah tertempuh selama ini.. Tak kan berubah alur,, atau belum.. Tapi nyatanya berhenti… diam.. Bingung.. Berpikir tapi tak ada solusi.. Berjalan tapi enggan.. Kembali pun sukar..
Aku memberikan pengertian bahwa cinta tak harus memiliki.. Aku memahamkan untuk selalu ikhlas menerima suratan takdir yang datang.. Wlopun pikiranku dikelebati eksistensiku dahulu untuk membuatnya mencintaiku sedemikian rupa.. Untuk tak berhenti memilihku.. Namun aku tetap mencoba berbicara padanya.. Membuatnya tak akan membenciku jika kenyataan esok akan berbeda dari kebersamaan kami saat ini.. Lihatlah,, bahkan aku tengah melakukan hal yang mungkin kau lakukan dulu padaku.. Tapi kau memutuskan akhir.. Sedang aku.. Masih tak tau akhir yang akan ku buat..
Kamis, 10 Mei 2012
CORAT-CORET
Aku hanya ingin bercengkerama .. Membahas ini itu,, menanyakan segala apapun yang terlintas.. Andai, andai saja bisa.. Tapi aku sudah pergi cukup jauh dan enggan melangkah mundur,, segan untuk memulai,,, sudah terlampau jauh,, akhirnya,, hanya ada kata yang tak berujung harap ini yang menyelesaikan..
Menuangkan kata2 kata apa saja yang aku ingin kau mendengarnya.. Berharap,, setengah penuh berdoa,, suatu saat kau akan membacanya,, tersenyum simpul dan berkata "kanapa kau tetap saja bodoh untuk menungguku,, dan tetap menulis semua pernyataan bodoh itu" dan bahkan sekarang aku berdoa kau berkata seperti itu.. Oh apakah aku sudah cukup gila sekarang..
Aku perlu sekali waktu tahu apa reaksimu,,ketika tanpa fee kamu jadi objek tulisanku,, hanya mengandalkan apa yang tertangkap pikir tentangmu dan aku menuliskannya,, membuatmu menguar diantara baris2 kalimat yang ku karang.. Mengabadikan detail imagiku tentangmu,, menahan segala bentuk bayangan untuk pergi menjauh setelah hanya itu yang tersisa darimu..
Aku selalu merasa takjub,,cinta bisa sebegininya,, membuat setiap pecinta menjadi pujangga ulung,,atau aku saja yang melebih2kan mu karena terlalu cinta,
Mungkin.. aku tak perlu tau reaksimu.. Karena kekhawatiran negatif yang ku karang sendiri justru telah mngobrak- abrik keinginan itu,, jangan2 kau menganggap ini tak penting,, buang2 waktumu untuk membacanya,, tak berarti.. Kalau itu menjadi koreksimu,, maka cukup aku saja yang menulis dan sekaligus penikmat bacanya..
Aku mengais ngais memori akan wajahmu,, mengaduk-aduk mimpi untuk menemukan sosokmu,, ini menyakitkan.. Aku sudah lupa.. Tapi masih begitu merinduimu.,
Aku,, Kau.. dan Dia,,
Ini bukan tentang siapa yang lebih dicintai atau yang kurang dicintai.. Bukan pula tentang siapa yang masih dicintai,sedang dicintai, atau sudah tak dicintai.. Sungguh tak kan sesederhana itu cinta ku., aku mencintaimu,, dengan pemahaman yang berbeda.. Setelah berdamai dengan masa lalu.. Setelah berdamai dengan melewati malam2 gelap, desah nafas tertahan, gelisah2 dalam tidur tak nyenyakku.. Setelah lama meringkuk di pelukan malam yang senyap, lenggang, gelap.. Setelah semua hancur berkeping2 dan tak bersisa selain kenangan yang mengabur,, semua sudah usai,, aku yang tak pernah tau makna kesempatan waktu itu.. Aku yang terlalu mencintaimu,, tak menyisakan celah untukmu mengenalku.. Berpenasaran untukku.. Aku yang tak bisa memanfaatkan waktu itu., saat terucap kata usai darimu pun aku hanya menerima,, tak membuat kesempatan apapun,, setidaknya hanya untuk bercengkrama lebih panjang malam itu.. Aku yang sekarang mungkin lebih menyesali apa2 yang belum kuperbuat,, bukan apa2 yang telah terjadi.. Kenapa tak bertanya lebih banyak? Kenapa tak berceloteh lebih riang? Knp tak lebih peduli ttgmu.. / knp tak belajar menyeimbangimu..? Kenapa tak memenuhi gelas kosong itu?kenapa, kenapa kenapa? Sekarang saat mengingatnya,, sakit ini menjadi sesuatu yang ku rindu selain kamu,, bahkan rindu ini pun gila,, saat aku berpikir lebih jauh ttg apa yang akan aku lakukan jika dipertemukan olehmu,, aku sungguh tak tahu.. Kau bukan hakku,, sama sekali bukan .. Bahkan dengan pencapaianku sekarang,, aku malu bertemu denganmu,, bahwa aku tak kan pernah bisa membuat kesempatan untuk membuatmu tahu ttg perkembangannku,, bahwa aku sudah bisa ini itu, bahwa yang terpenting aku sudah bisa berdamai dengan keputusan dulu.. Dengan masa lalu yang aq anggap kelabu,, Allah selalu benar,, benar IA cukupkan kesempatan mengenalmu lebih dekat dulu.. Agar aku tetap bisa menjaga cinta untukmu sebesar ini.. Benar IA mentakdirkan perstiwa lalu itu terjadi dengan segenap bumbu cemburu dan sakit yang kurasa.. Karena semua rasa itu begitu indah jika dikenang,, bahkan indah jika sakitnya dirasa…
Cinta ini sekarang.. Lebih dari rasa ingin memiliki dan bersama,, dan mungkin aku takkan pernah bisa merasakan seperti ini jika ALLAH memberiku kesempatan bersamamu,, bukankah katamu "kau tak akan mendapatkan seseorang bila kau terlalu mencintainya,," :) .cinta ini lebih hidup saat setelah berdamai dengan rasa sakit, melepas semua ego untuk bersama,, dan mengusir smua hasrat untuk memiliki,, cinta ini bersahabat dengan kata cukup yang mensyukuri.. Cukup untuk sebuah kesempatan , cukup dengan keputusan yang telah di ambil,, cinta ini memberi dan tak mengharap apapun,, cinta ini menjadi kekuatan sang pemilik bahwa hidup penuh dengan janji kebaikan.. Cinta ini hanya doa kebaikan yang tak putus mengalir untukmu,, cinta ini.. Kini milikku,, hanya punya aku,, untuk mencintaimu..
Cinta kepadanya,, berbeda,, dengan pemahaman yang berbeda pula,, aku memiliki janji kehidupan yang telah dipupuk dengan rajin dan di semai dengan tekun,., janji kehidupan lebih baik dengan nya.. Ia telah membuat kesempatan untuk itu.. Sekarang tinggal aku yang berperan.. Aku mencintainya,, dan apapun yang kulakukan dengannya untuk mengisi hari - hari ku dan masa depan dengannya adalah sesuatu yang ku jalani dengan segenap kesukaanku,, kerelaanku,, kepatuhanku.. Berharap semua itu akan memberiku kunci bahagia yang ku petik kelak.,,, Read More......
Hanya Isyarat
Kamis, 03 Mei 2012
"Sunset Bersama Rosie" Bangkitkan Memori yang Menguar
Ini juga tentang kebesaran jiwa. Hidup memang keras. Dan tak semua masa lalu selalu indah. Tak perlu kau melupakannya. Karena jelas itu akan menyiksa jiwa dan fisikmu. Berdamailah dengannya. Sulit memang. Tapi, dengan itu, kau akan menjadi lebih merdeka.
Ini juga tentang kehangatan. Bahwa cinta dan kasih terbesar harusnya lahir dari lingkungan keluarga. Dengan kebersamaan keluarga, problem, kesedihan, kekecewaan lebih ringan dijalani.
membuat kita memikirkan sendiri makna..,dari..apakah itu perasaan? Keinginan? Rasa memiliki? Rasa sakit, gelisah, sesak, tidak bisa tidur, kerinduan, kebencian? Bukankah dengan berlalunya waktu semuanya seperti gelas kosong yang berdebu, begitu-begitu saja, tidak istimewa. Malah lucu serta gemas saat dikenang.
Sebenarnya, apakah pengorbanan memiliki harga dan batasan? Atau priceless, tidak terbeli dengan uang, karena hanya kita lakukan untuk sesuatu yang amat spesial di waktu yang juga spesial? Atau boleh jadi gratis, karena kita lakukan saja, dan selalu menyenangkan untuk dilakukan berkali-kali.
Sebenarnya, siapakah yang selalu pantas kita sayangi?
Sebenarnya, apakah itu arti 'kesempatan'? Apakah itu makna 'keputusan'?
Bagaimana mungkin kita terkadang menyesal karena sebuah 'keputusan' atas sepucuk 'kesempatan'? Selasa, 01 Mei 2012
Hope sometimes U Read This
a there are no conditin in love so there shouldnt be any regrets. i still love him in the sameway.. not because i cant find someone else to love but loving him makes me happy, whenever i miss him, i close my eyes and he is with me, love is like life,, its not always easy and it does not always bring happines..but when u dont stop living,why should we stop loving...
Pesona Novel Sedara Cinta
Namanya Yasrak, lelaki yang memiliki mimpi untuk membuat karya-karya fenomenal. Padahal, saat itu, ia baru saja keluar dari RSJ, karena tak kuasa selama bertahun-tahun memendam cinta. Di RSJ, Yasrak ditangani seorang psikiater handal. Bayangkan, dalam kondisi seperti itu, mimpinya untuk menghasilkan maha karya tidak pernah pudar. Yasrak memang lelaki yang tak mengenal kata menyerah dalam kamus hidupnya
Dalam rentang waktu inilah, Yasrak bertemu dengan Yasmin. Seorang mahasiswi psikologi, cerdas, dan tentu saja, cantik. Yasmin muncul pada saat yang tepat. Terbukti, semenjak mereka akrab, Yasrak seperti memiliki energi baru untuk merampungkan karya besarnya.
Inilah kekuatan cinta. Mampu menyulap si lemah menjadi perkasa.
Bagi Yasmin, hubungan ini justru membuatnya terjebak dalam kisah cinta yang rumit. Juga menggelisahkan. Dalam kalimat lain, ia bahkan menjadi korban dari kedalaman cinta yang dimiliki oleh Yasrak.
Cinta tidak harus memiliki, inilah yang diilhami oleh Yasmin. Bukan hanya memahami, namun perempuan ini mampu menjalani. Terbukti, ketika Yasrak lebih memilih Lupita, Yasmin bisa menerima dengan lapang dada. Meskipun hatinya dirundung duka lara.
Lupita sendiri adalah adik istri pertama Yasrak, Sila, yang telah memberinya satu anak. Pernikahan Yasrak dan Prisila Karin bubar karena tidak ada kecocokkan. Dalam carut-marut keluarga inilah, Yasrak menangkap keindahan pada diri adik iparnya. Dari sinilah kemudian kisah cinta terlarang itu bermula.
Sementara di sisi lain, bagi Lupita sosok Yasrak yang tidak lain adalah mantan kakak iparnya benar-benar mempesona. Sementara, citra Lupita sebagai perempuan cerdas, sifat kewanitaannya, membuat Yasrak semakin tak berdaya terkena panah api cinta. Keduanya melawan etika. Atau saya sebutkan di awal, terjerembab dalam jurang cinta terlarang.
Namun, keberhasilan Yasrak membawa Lupita bukan berarti cerita ini usai. Disinilah justru, kesetiaan, pengorbanan, dan rasionalitas menemukan tantangan yang sesungguhnya.
Hingga akhirnya, Yasrak dan Yasmin harus bertemu secara intens untuk menyelesaikan kemelut cinta yang sedang membara, ia justru menyadari bahwa Yasmin lebih mengenal dirinya. Pada saat yang sama, Yasmin tidak menerima karena sosok Yasrak menjadi milik Lupita. Mengapa tidak terima? Di mata Yasmin, Lupita adalah sosok yang manja dan tidak memiliki kelebihan dibanding dirinya.
Cinta Yasmin tidak bertepuk sebelah tangan, ketika Yasrak dan Lupita memutuskan untuk berpisah. Yasrak menganggap bahwa ia dan Lupita adalah sepasang cinta yang sempurna, terlalu sempurna untuk dijalani. Hingga mewujud, walau dengan melawan arus.
Sedangkan dengan Yasmin, Yasrak merasa kebih bertenaga. Memiliki energi berlipat, dengan cintanya yang dinamis dan menginspirasi lahirnya karya-karya indah.
* * *
Leutika, membuktikan diri bukan sebagai penerbit buku biasa saat menerbitkan Sedara Cinta. Membaca buku setebal kurang lebih 242 halaman ini, anda akan terhipnotis untuk membacanya hingga tuntas sekali duduk. Dialog-dialognya mempesona. Pun alur ceritanya memiliki banyak kejutan, menghentak-hentak kita untuk mencari tahu bagaimana akhir kisah cinta ini.
Ketika banyak novel remaja mengeksploitasi cinta hanya sekedar dari sisi asmara dua orang anak manusia yang berlainan jenis, Sedara Cinta justru membuat lompatan yang mencengangkan. Novel ini tidak saja berbicara asmara, namun juga psikologi, keberanian, dan kejujuran untuk mengatakan apa yang sesungguhnya yang kita rasakan.
Teman saya, memberikan kritik menarik, bahwa alur novel ini tidak masuk akal. Jarang kita temui di kehidupan nyata. Hanya, memang, beberapa saat kemudian ia mengatakan, ”teknik penulisan cerita yang bagus, hubungan antar paragraf yang yambung, membuatnya mudah dimengerti. Hingga karenanya, membaca cerita fiksi ini seperti melihat kehidupan nyata….”
Ya, Sedara Cinta mampu mengaduk-aduk emosional pembacanya. Bangga rasanya bisa menjadi bagian dari ribuan orang yang membaca dan turut memberikan apresiasi terhadap karya besar ini.Takut ku....