Seperti ketika ada
yang bilang "tak bisa menolak sebatang rokok yang menyala diatas nama
persahabatan" maka malam ini pun aku tak kuasa menolak segelas kopi hitam
dari si bapak baik hati yang sedang menjaga ibunya di bed samping tempat mbak
rima sedang istirahat. Walaupun tahu beberapa hari ini aku melewatkan jam tidur
malam, mengonsumsi tugas kuliah diluar dosis, dan menghilangkan jam sarapan,
tawaran tentang kopi tak pernah sekalipun membuat aku tak tergoda. Oke, semakin
aku beralasan disini, semakin membuktikan bahwa - sederhananya, aku ingin
mendapat kopi, layak minum kopi, dan dibenarkan. Tak peduli ini berefek atau
tidak, habis perkara, titik.
(aku menulis kata
Titik sebenarnya untuk sekadar mengingatkan bahwa kadang kala tanda (.) itu juga harus diperlakukan
semestinya dan seadil-adilnya a.k.a
dibaca, dilakukan sesuai maknanya a.k.a berhenti )
Dari yang aku
simpulkan, jika membaca sampai disini, poin terakhir tentang titik, sudah di
langgar. (:
Ini sama sekali
bukan tentang aku yang tidak mau kau membaca ini semua, tapi hanya tentang aku
yang ingin memberitahu tentang apa yang
sebenarnya ingin kau tahu, haha. (a.k.a kalau kau tidak ingin tahu, kau tidak
akan melanjutkan membaca setelah melihat judul postinganku, itu jelas-jelas kau
juga tak ada kerjaan, ups.)
Banyak hal yang
ingin aku post tapi tidak sempat, (ini terdengar bohong sekali jika di sandingkan dengan kata-kata di judul
posting). Maka dari itu, aku akan mulai memberi tahu apa yang ingin aku post.
Pertama foto dan cerita jalannya resepsi pernikahan keponakan dari ibuku, tentang wisuda 110 beserta foto-foto dan
cerita merah birunya. Sampai tentang ajakan kencan yang terus menerus batal
hingga detik aku mengetik kalimat-kalimat ini.
****
Dear diary, hari ini tanggal 15 agustus 2014. hari dimana
mbak susi (keponakan dari ibuku, mungkin jika 'mas' masih ingat - dia teman satu sma nya). Hari
itu aku benar-benar kacau, salah perhitungan,
karena aku mengira bahwa resepsi
ini akan diadakan di hari sabtu dan begitu menyadari apa arti pertanyaan ibuk
"sudah nyampe mana?" pada saat subuh waktu itu, aku sontak loncat
dari kasur terhuyung-huyung menyingkat kegiatanku untuk segera naik ular besi
menuju pandaan.
Kau, apa kau bisa
beri aku kalimat..? Apa itu sebenarnya menikah?
Meskipun aku tidak
tahu benar dan berusaha menanyaimu saat ini, aku begitu gelisah saat memikirkan
pernikahan. Tiba-tiba saja aku ingin
berlari sekencang-kencangnya, kemanapun, yang jauh pokoknya, yang tidak ada satu
orang pun pernah mengenalku. Entahlah,
aku takut. Aku ingin menikah, jelas.
Tapi entahlah, ada sesuatu - sesuatu
yang sangat menakutkan dalam pikiranku, menakut nakuti, sehingga begitu saja
aku ingin lari bukan hanya dari kata menikah itu saja, tapi semuanya.
Eniwey, aku
menikmati setiap detik hari ini. Tertular kebahagiaan seisi rumah tentang pesta
pernikahan. Sibuk mondar mandir menyapa tamu, membereskan sesuatu, dan
memotret-motret. Yang bikin capek itu
Cuma satu. Dari jam setengah6 pagi setibanya aku di pandaan sampai jam 11 malam pas pesta usai, aku
mengenakan high heels, nah ini - biasanya ga bisa diem (kata orang inggris
namanya pecitatan, haha), tetiba jadi kemayu pake high heels, alaamaak
thank you pegelnya, sukses tinggi
dadakan meski ngabisin setengah isi bungkus pasta salonpas, wkwkwk. Quote nya
Cuma satu : ojo dibaleni, phuahahaha….
*****
Dear diary, hari ini
minggu tanggal 21 september 2014. hari dimana wajib bersenang-senang. Kau tahu
kenapa? Karena ada syukuran wisuda 110 di jurusan. Aku beri tahu satu rahasia kecil wanita,
meski sudah punya baju satu almari penuh sampai kadang numpang di lemari
tetangga karena saking ga cukupnya (alaaaah lebay) tetep aja klo mau
pergi-pergi ngerasa ga ada baju sama sekali, krudung uda bejibuuun semua model
ada, warna pelangi, sampe warna yang galau-galau juga ada (a.k.a ijo ga ijo
kuning juga bukan, merah ga merah - pink juga bukan dsb dsb) eeeh tetep aja
ngrasa kayak ga punya krudung. So, inilah sindrom yang menjangkitku pagi2 hari
ini. Nadia Cuma duduk diatas kasur sambil ngeliatin aku mondar mandir bawa gantungan
baju muterin cermin, ber puh-puh geli, hbs itu lebih memilih memeluk gulingnya
lagi dari pada ikutan heboh. Setelah
bekerja susah payah keluar dari kekacauan pagi yang aku buat-buat sendiri,
jadilah aku siap bernagkat pada pukul 11 siang. Bingung mau ke jurusan dulu
atau jemput di graha. Akhirnya, karena dapet kabar kalau wisudawan pada belum keluar graha, aku dan nadia sepakat menuju graha, menunggu mereka di pintu keluar.
hal pertama yang aku lakukan disana adalah menajdi lady escort nya kentaang, haha. Datang-datang Ia langsung melepas topi toganya dan menyematkan di kepalaku seraya berkata "semoga cepat menyusul" aku mengamininya kencang-kencang. :) trus foto bareng deh, tapi dasar banyak temen jail ya, pas di detik kepotret, topi toga yang tak pake malah di dorong melesak diatas kepalaku, alamaaak hancur sudah momen pertama siang panas-panas itu (a.k.a hot potato-potato, hahaha). setelah proses menunggu dan menyambut wisudawan-wisudawati usai, kita akhirnya pergi ke jurusan, disana sudah lebih banyak orang yang kita kenal, menunggu. kita sibuk berfoto, berpelukan kayak teletubies, ada yang gerak cepat dengan minta nomor ke mas mbak alumni menjalin koneksi super dadakan yang dibutuhkan buat jaga-jaga kalau ada lowongan strategis di perusahaan tempat mereka kerja, dan bla bla bla. ada juga yang sibuk menyusut hidung, berkaca-kaca, menjabat tangan dan saling bilang selamat. acara selesai jam 2 siang. semua pulang dengan senyum dan sisa sisa air mata kebahagiaan. :)
hal pertama yang aku lakukan disana adalah menajdi lady escort nya kentaang, haha. Datang-datang Ia langsung melepas topi toganya dan menyematkan di kepalaku seraya berkata "semoga cepat menyusul" aku mengamininya kencang-kencang. :) trus foto bareng deh, tapi dasar banyak temen jail ya, pas di detik kepotret, topi toga yang tak pake malah di dorong melesak diatas kepalaku, alamaaak hancur sudah momen pertama siang panas-panas itu (a.k.a hot potato-potato, hahaha). setelah proses menunggu dan menyambut wisudawan-wisudawati usai, kita akhirnya pergi ke jurusan, disana sudah lebih banyak orang yang kita kenal, menunggu. kita sibuk berfoto, berpelukan kayak teletubies, ada yang gerak cepat dengan minta nomor ke mas mbak alumni menjalin koneksi super dadakan yang dibutuhkan buat jaga-jaga kalau ada lowongan strategis di perusahaan tempat mereka kerja, dan bla bla bla. ada juga yang sibuk menyusut hidung, berkaca-kaca, menjabat tangan dan saling bilang selamat. acara selesai jam 2 siang. semua pulang dengan senyum dan sisa sisa air mata kebahagiaan. :)
*****
pada suatu tengah malam buta, dering bunyi hape membuatku yang tengah asyik ketawa-ketiwi meyaksikan running man sejenak beralih memberi perhatian padanya.
m: mbak ayo kencan?
p: hah? sekarang? mimpi ta kamu pak?
m: haha, tahan sedikit lah kalau pean maunya sekarang. aku telpon boleh? klo yang ini skarang.
p: iya silahkan.
dan kemudian si 'm' itu telfon dan akhirnya kami memutuskan untuk pergi pada hari rabu minggu depan, ke toko buku. fyi, hari ini hari sabtu dini hari. entah ada angin apa dia ingin pergi sama aku, setelah sekian lama dia menawarkan 'kencan' padaku. rupa-rupanya dia sudah jauh tidak pernah bersapa kabar dengan teman satu angkatan, dan sudah sewajarnya ia memanfaatkanku untuk memberinya semua daftar kabar dari teman-teman satu angkatan. alasan lainnya adalah karena ia ingin membicarakan sesuatu denganku (entah apa itu, sampai saat ini aku juga belum tahu).
to be continued...
Read More......
pada suatu tengah malam buta, dering bunyi hape membuatku yang tengah asyik ketawa-ketiwi meyaksikan running man sejenak beralih memberi perhatian padanya.
m: mbak ayo kencan?
p: hah? sekarang? mimpi ta kamu pak?
m: haha, tahan sedikit lah kalau pean maunya sekarang. aku telpon boleh? klo yang ini skarang.
p: iya silahkan.
dan kemudian si 'm' itu telfon dan akhirnya kami memutuskan untuk pergi pada hari rabu minggu depan, ke toko buku. fyi, hari ini hari sabtu dini hari. entah ada angin apa dia ingin pergi sama aku, setelah sekian lama dia menawarkan 'kencan' padaku. rupa-rupanya dia sudah jauh tidak pernah bersapa kabar dengan teman satu angkatan, dan sudah sewajarnya ia memanfaatkanku untuk memberinya semua daftar kabar dari teman-teman satu angkatan. alasan lainnya adalah karena ia ingin membicarakan sesuatu denganku (entah apa itu, sampai saat ini aku juga belum tahu).
to be continued...