B“kau tetap saja rendah hati.., aku tau suatu saat aku pasti jadi penulis, walau tak sehebat siapapun.. aku hanya ingin menghidupkan imagi ku..”
A: “aku orang pertama yang membaca.. janji ya..”
B: pertanyaan yang hanya ku timpali dengan senyum getir.. walau dalam dalam hati sebenarnya apa yang tak ku harap tentang nya.. semuanya... tapi esok siapa yang tau..
A: “ kenapa jadi melamun..?? salahkah pertanyaanku tadi?
B: Hm.. ndak.. iya .. semoga kau yang pertama membacanya.. aku tak bisa membayangkan tulisanku.. buah pikir yang q cipta.. imagi ku.. kata kataku... akan diresapi oleh banyak orang,, bahkan mungkin di kagumi, bukan hanya di cerna tapi di pakai..
A: ya tapi saat semua masa itu datang kau juga tak boleh sombong.. bagaimana kalau menulis sesuatu tentang kisah kita.. bukankah itu unik.. dan mengharu biru.. bukankah akan menjadikan kisah percintaan kita lebih eksklusif? Dan mungkin kado terindah untukku kalau aku tau bagaimana kau bisa menghidupkan apa yang sudah kau rasa beberapa taun ini.. padaku.. sebagai objek yang kau rasa..”
B: akh.. siapa sekarang yang menggebu-gebu..?? kenapa jadi ingin tau..
A: karena aku cintamu.. karena aku objek yang kau rasa”
B: kenapa PD sekali.. seakan-akan hanya kau saja di dunia ini..?
A: aku yakin kok.. aku tahu kamu sayang aku.. kamu adalah orang yang akan berada di barisan paling depan dengan segala kekuatan ataupun kekusaanmu untuk membelaku.. saat semua orang di dunia ini membenci dan mengutuki ku.. karena kau tau aku. Karena kau buah pikirku..
B: apa maksudmu? Aku buah pikir mu? Takkah itu berarti aku berada di bawah pengaruhmu?
A: jangan di telan mentah2 perkataanku.. nanti kamu jadi tersesat sendiri..
B: arahkan aku ke apa yang benar menurutmu..
A: aku percaya bahwa kau akan bertindak sesuai yang ku harapkan.. hanya yang ku harapkan.. tanpa ada upaya dariku untuk mempengaruhimu.. atau apapun semacamnya.. aku percaya.. karena kau cintaku dan aku cintamu..
B: :( terharu aku mendengarnya.. aku takut tak sesuai harapanmu..
A: apa aku pernah bilang apa yang kuharap padamu? Tidak kan.. jadilah apa adanya kau.. aku berharap semua yang positif... begitu juga semua orang lainnya yang sayang padamu.. kau cukup lakukan terbaik semampumu.. selebihnya serahkan pada yang kuasa.. aku tak bilang aku menuntutmu untuk berlaku sesuai pikirku.. pun aku tak pernah beritahu kau apa yang ada dalam otakku.. aku bukan siapa-siapa, berawal dari bukan apa-apa dan berakhir juga sebagai bukan apa-apa.. lalu apa istimewa nya aku hingga kau sebegininya walau alasan tertingginya adalah kita saling mencinta..
B: iya .. aku mengerti sekarang.. apapun maumu.. aku harus tetap berada di jalur yang benar.. dan jadi diriku sendiri
A: kekasihku bukan orang sembarangan,, benar2 bisa mengerti walau orang gila seperti aku yang bicara..
B: aku tak pernah menganggapmu orang gila..
A: itulah knapa aku bilang kau adalah orang pertama yang akan membelaku, bahkan mungkin saat aku bersama seseorang lain. Setidaknya orang lain berkata aku gila..
B: orang lain? Kau berpikir meninggalkanku?
A: semua di kehidupan ini pasti ada rasa sakit, disakiti dan menyakiti. Tinggal, ditinggalkan, dan meninggalkan. Tak ada yang tak mungkin kan..
B: ya tapi aku hanya sayang kamu...
A: yah.. itu kan suatu kemungkinan. Tak ada yang tak bilang bahwa esok itu segelap malam kelam tanpa bintang. Kau begitu baik. Bagiku tak ada yang tak berkecukupan jika bersamamu.. pun jika aku bersama orang lain nantinya, itu mutlak kesalahanku.. hanya karena aku harus meninggalkan zona nyaman dalam buaianmu..
B: jadi jika itu terjadi aku juga harus siap..??
A: berat rasanya jika harus membahas perpisahan denganmu padahal hanya kamu orang yang selalu bisa menghidupkanku.. saat denganmu persaanku terlalu membuncah dalam gejolak senang.. dan sedihku hanya berada di batas karena aku tak bertemu denganmu atau rasa sayangku yang tak kau balas,,
B: aku pun bukan siapa-siapa... kita insan yang masih bebas meluas angkasa,, masih dengan begitu mudah merajut mimpi dan menempuh jalan mengejutkan yang membuat hidup kita berubah drastis.. aku tau kita pribadi yang sama2 merindukan dan senang kebebasan... kita hanya sesuatu yang orang lain sebut “cinta” kita merajut mimpi yang berjuntai-juntai, berkasih kasihan seakan hanya kita yang mampu mereguk surga layak itu. Bukan pasrah pada keadaan .. hanya tak ingin masa depan memaku kebebasan kita... aku tau itu.. aku sadar saat pertama cinta kita bertaut.. ada atau tak ad ragamu.. aku tetap mencintamu .. seperti sebelumnya.. lalu apa bedanya bagiku..
A: bersamamu aku jadi tak percaya apa artinya kata-kata “life is never flat” karena denganmu semua masalah teratasi begitu saja..
B: karena itu suatu saat kau harus meninggalkan aku.. untuk merngecap semua rasa kehidupan, untuk melihat bahwa hidup tak selamanya tak bermasalah..
To be continued....




