Referral Banners

Selasa, 14 Mei 2013

Hanya Bisa Menulis mu...

Menangisku dalam setiap cerita yang ku umbar..
Karena walau sebaik apapun aku menulis..
Aku tahu bahwa akhirnya kamila tak akan bersama putra..
Karena semanis apapun cinta mereka yang ku urai dalam setiap kata..
Aku tahu tak ada siapapun yang bisa menjangkau takdir mereka untuk tak bersatu..  


Aku mengurainya dengan segenap air mata yang tersisa untukmu dalam kenangan kita.. 
Yang dalam setiap lariknya selalu kuhadirkan nafas untuk membangunkanmu.. 
dalam tidur panjangnya ingatan.. 
Yang dalam setiap kisahnya selalu ada sosokmu yang begitu aku rindu untuk mewujud.. 
Tak apa.. 
Hanya itu yang ku bisa untuk memilikimu.. 
Selama sisa hidupku nanti.. 
Aku akan membacamu kapanpun aku ingin kau menjelma .. 
Aku akan menyanyikanmu dimanapun aku mengingikanmu menemani sepiku.. 
Aku akan menyentuh dalam kisahmu pada apapun keadaan yang tersisa di kehidupanku,,, 
Selamanya aku tak akan kehilanganmu lagi.. 
Selamanya kau akan mewujud ,,, 
walau sebenarnya tebal buku itu... 
hanya akan merepresentasikan secuil keberadaanmu dalam memoriku.. 
Dan aku tak akan kuatir jika kau sampai terlupa.. 
Entah tentang bau parfummu,,, 
Entah tentang caramu berjalan di belakangku.. 
Maupun sosokmu dalam kejauhan.. 
Caramu tersenyum dan memanggilku.. 
Caramu menatapku dengan mata sayu sebening embun…. 
Entah tentang suaramu dalam telepon.. 
Tentang diammu yang marah.. 
Rengekan manja yang kau buat-buat.. 
Astaga aku sungguh merindukanmu… 
Dan tak ada yang bisa aku lakukan kecuali terus menulismu..

Read More......

Minggu, 28 April 2013

Lebih Baik Seperti Ini (Kamila's Last Love Letter)


Ketika masa mencintai itu datang..
Sungguh aku tak menyangka akan seindah ini…
Bersama-sama merangkai hari indah hanya untuk sebuah kenangan..

Lalu kau pergi entah kemana..
Meninggalkanku linglung tanpa kejelasan..
Aku bersungkur pada-Nya..
Hanya IA yang mampu mengembalikanmu…
Tak peduli akhirnya.. Tanpa tahu batasnya..
Aku memintamu padaNYA...

Sampai ketika kau kembali…
Mengarahkanku pada kesimpulan yang tak berbukti…
Tuhan benar meminjamkan waktuNYA untukku..
Membuatku Meniti sebuah memori indah diatas kuasaNYA..
Hanya saja aku yang semakin  tak mengerti ..
Kenapa Tuhan bentangkan asa,,,
Padahal tahu akhirnya semenyedihkan apa..
Sampai waktu yang ia pinjamkan habis..
Aku benar-benar menyesal karena tak bijak menggunakannya..

Kau pergi kearah lain..
Tepat sebelum aku mengembalikan waktu itu padaNYA..
Menyadari bahwa sampai detik ini pun aku tetap sendiri…
Menyadari bahwa mungkin selama ini aku memang mencintaimu sendiri…
Kenyataan bahwa ternyata kau lebih mengerti aku… daripada aku tentangmu…..
Bahkan aku tak tahu sejak kapan kau mencintaiku..
Kenapa kau mencintaiku..
Kenapa kau kembali padaku..
Kenapa kau pergi dariku setelahnya…

Tak apa.. Tak menjadi masalah sekarang..
Karena akhirnya aku paham siapa yang mencintaiku seutuhnya..
Yang bersedia memberikan waktu…
hanya agar aku bisa meretas kisah cinta yang tak terlupakan bersamamu…
Lebih baik berakhir seperti ini..
Dengan cintaku yang masih saja sendiri..
Lebih baik di buaianNYA saja..
Lebih baik di sisiNYA saja…
Sekarang.. Lebih baik seperti ini saja..

Read More......

Kamis, 11 April 2013

Yang Ku Rindu By: Hasanuddin Al-Habib (STI-46-83)

yang kurindu..
yang ku damba..
disetiap gelora malam pekat ini..
disetiap harum kilau mentari..
hangat merasuki..  
kuingin semangat itu.. 
yang membakar ranting-ranting jiwa sunyi ini hingga memerah.. 
yang meluluh-lantakkan keputus asaan di lubuk mata.. 
yang meraih kornea ini tuk melangkah menatap masa jaya.. 
seperti di tahun itu.. 
benar lenyap terasa.. 
penat ini menghantui.. 
bosan ini menggantung di ujung langkah ini.. 
heran dengan sikap senja yang mulai lesu dengan aktivitasnya.. 
meski enggan menoleh pada keraguan semata.. 
tersesat ku di alam tanpa batas naluri ini.. 
terhentakku di angan yang tak berujung ini.. 
dibingungkan dengan gurauan api-api setan itu.. 
menggilaiku penuh dusta tak bernyawa.. 
ingin ku lepas langit itu.. 
tak ingin ku hiraukan sayup-sayup lamunan bisu ini.. 
ingin ku hempas tirai awan itu.. 
tak ingin ku jatuh disini.. 
berdirilah wahai surya.. 
tersenyumlah wahai senja.. 
angkat tanganmu wahai bumi.. 
teriaklah wahai bintang hati.. 
kembali ke jalanmu.. 
melangkah penuh api.. 
melangkah melewati duri.. 
lompati jurang-jurang tak bertepi.. 

BUKA MATAMU WAHAI SENJA.. 
YANG KU RINDU SEMANGATMU.. 
YANG KURINDU HANGAT NYAWA ITU.. 
BERKOBARLAH.. 
NIKMATI KEMENANGANMU KELAK.. 
ANGKAT KAKIMU DAN TERUSLAH MELANGKAH.......................... 
.
.
.
Surabaya,06 Desember 2011, 02: 59 a.m. 
.
.
.
Hasanuddin Al-Habib

Read More......

Senin, 08 April 2013

Repost Tere Lije

*Angin, Hujan dan Sakit Hati
Kenapa ada angin?
Agar orang-orang tahu kalau ada udara di sekitarnya.
Tiap detik kita menghirup udara, kadang lupa sedang bernafas.
Tiap detik kita berada dalam udara, lebih sering tidak menyadarinya
Angin memberi kabar bagi para pemikir
Wahai, sungguh ada sesuatu di sekitar kita
Meski tidak terlihat, tidak bisa dipegang

Kenapa ada hujan? Agar orang-orang paham kalau ada langit di atas sana 
Tiap detik kita melintas di bawahnya, lebih sering mengeluh 
Tiap detik kita bernaung di bawahnya, lebih sering mengabaikan 
Hujan memberi kabar bagi para pujangga 
Aduhai, sungguh ada yang menaungi di atas 
Meski tidak tahu batasnya, tidak ada wujudnya 
Begitulah kehidupan. 
Ada banyak pertanda bagi orang yang mau memikirkannya 

Kenapa kita sakit hati? 
Agar orang-orang paham dia adalah manusia 
Tiap saat kita melalui hidup, lebih sering tidak peduli 
Tiap saat kita menjalani hidup, mungkin tidak merasa sedang hidup 
Sakit hati memberi kabar bagi manusia bahwa kita adalah manusia 
Sungguh, tidak ada hewan, binatang yang bisa sakit hati 
Apalagi batu, kayu, tanah, tiada pernah sakit hati 
Maka berdirilah sejenak, rasakan angin menerpa wajah 
Lantas tersenyum, ada udara di sekitar kita 

Maka mendongaklah menatap ke atas, tatap bulan gemintang atau langit biru bersaput awan 
Lantas mengangguk takjim, ada langit di sana 
Maka berhentilah sejenak saat sakit hati itu tiba, rasakan segenap sensasinya 
Lantas tertawa kecil atau terkekeh juga boleh, kita adalah manusia....

Read More......

Kamis, 21 Maret 2013

Ceritaku Hari Ini

Aku merasa beberapa hari ini tidak terlalu produktif.. Ya, aku terkena flu, dan dokter menjelaskan dengan tetek bengeknya bahwa aku harus istirahat, mengubah pola makanku, pola tidurku,, dan bla .. Dan bla.. Bla.. Aku pusing sekali.. Jauh lebih pusing mendengar ocehan dokter ketimbang merasakan sakit alamiku sendiri,, kenyataan bahwa ia jauh lebih cerewet dari aku, adalah sesuatu yang sama sekali sedikit bisa menghiburku. Setidaknya untuk saat ini. 

Aku pernah mencari tau tentang sesuatu yang aneh yang akhir -akhir ini menggangguku, dan sudah pasti aku tidak memberi tahu dokter kemarin. Tapi ia cerdas juga sebagai dokter, beberapa gejala yang ku tunjukkan pun dia sudah dengan cerewet (lagi) menyarankan untuk check up lebih lanjut, periksa ini itu.. Tes seperti ini.. Dan seperti itu.. Well, aku tahu aku menolaknya dari awal kalimatnya muncul. Aku selalu ketakutan jika harus di hadapkan dengan kenyataan, bagaimana kalau ternyata memang aku sakit? Aku tak mau memikirkannya. Aku senang malam ini aku sedikit baik-baik saja dengan keripik dan susukopi ku yang hangat nikmat. Dan itu sesekali menghiburku bahwa aku akan baik-baik saja sampai kedepannya,, :) 

 Aku sudah cukup bermalas-malasan karena sakit,, aku melewatkan waktu-waktu berhargaku untuk mengetik cerita-cerita yang menari-nari di pikiranku sepanjang hari. Aku tak mau mereka begitu saja pergi tanpa tertangkap tuts laptop atau pena dan kertas,, aku tak ingin berhenti menulis sama seperti aku tak bisa berhenti membaca, itu duniaku… seolah itu menjadi oksigen saat aku harus melewati hari di dalam gelembung ketakutanku. Aku berharap aku akan tetap bisa bernafas, hanya untuk menghadapi ketakutan-ketakutanku setiap hari. 

Aku tidak jetlag, tapi aku terbangun saat mereka semua tertidur pulas. Dan ya tuhan,, aku berharap aku tetap bangun pada saat mereka membuka mata dan melakukan aktifitas, tapi pada kenyataannya aku malah mendengkur malas. Astaga, aku juga ingin normal. Aku juga berusaha aku rasa, tapi itu juga takdirNYA ketika aku sama sekali tidak bisa bangun tepat waktu. Sama sekali aku enggan mengklaim bahwa itu kesalahan pola tidurku. Kau tahu, karena aku jauh bisa hidup dengan malam. Aku jauh bisa berimaginasi dan menari-nari luwes diatas tut ketika malam tiba. Dan ya. Aku jauh bisa menikmati hari-hariku saat malam. Dan ya, aku begitu bernafas ketika malam tiba, seperti halnya aku bisa hidup seribu malam lagi...  

#P.S: saat kau melihat jam posting ini di tayangkan dan membaca kesemangatanku di dalam tulisan diatas, kau akan mulai menyadari.. betapa menarik nya malam buatku, betapa istimewa dan eksotisnya malam untukku, bahkan disaat aku terantuk-antuk flu sekalipun. malam masih bisa menggodaku untuk menulis ini semua di blogku. :)

Read More......

Minggu, 17 Maret 2013

Friday, June 01, 2012 (kepingan puzzle)

Membiarkan memoarmu menyerebak sesaat... 
sungguh Menyulut bakat pujanggaku ..  

aku seperti disadarkan oleh bom waktu.. 
seperti tertampar oleh mimpi yang menyakitkan..
"Tidak! ..... Tidak. Ini semua salahku. Dia memberiku kesempatan,
lebih dari sekali. Dia tak pernah tidak jujur padaku. Dia memberitahuku
dari awal bahwa dia tak akan, tak akan pernah bisa, berkomitmen. Aku
bodoh saat memikirkan bahwa aku bisa bertahan dengan maksud sebenarnya
dari kalimat itu. Aku melewati semua ini dengan mata terbuka. Aku hanya
sedang membayar untuk harga yang setimpal untuk tidak menyadari seperti
apa rasanya."


dan 
Ketika aq masa depannya.. 
Ketika aq berkubang dengan masa lalu..
aq tak tahu harus mengasihani yang mana.. 
Aq yang licik dan picik.. 
Aq yang ego dan tak ingin mninggalkan yang nyaman.. 
Aq yang sakit atau yang tengah menyakiti.. 
Aq yang sempurna menjejakkan luka baru setiap waktu.. 
Karena denganmu atau tanpa mu ku tak mampu jalani.. 

 

Read More......

Thursday, May 10, 2012

Aku membiarkan kursor ini berkedip lama.. Lama sekali.. 
Hanya untuk menunggu pikiran tentangmu terpusat.. 
Tak tercerai berai dengan keadaan yang kulalui hari ini.. 
Lihatlah.. Bahkan aku masih lancar mengetik apa-apa tentangmu.. 
Bukan karena aku memang bebal tak mau berhenti.. 
Tapi hanya menulis inilah aku bisa meletakkan pikiranku terhadapmu.. 
Aku ingin menguras semuanya.. 
Berharap kapan kapan aku kehabisan kata -kata untuk bercengkrama denganmu..
walau hanya lewat tulisan. ...
ronisnya malam ini aku masih ingin menulis tentangmu.. 
Tentangmu yang seakan akan lebih hidup saat ku ketik dalam barisan kata kata..  

            Pernah mendengar kata kata bahwa.. Orang itu akan dianggap mati jika ia telah di lupakan.. Sejahat apapun aku yang tak mau melepas bayanganmu,, itu karena aku hanya tak ingin berpikir bahwa kau mati, tentu saja mati dari anganku.. Dari hidupku.. Karena itu aku ingin terus mengetik tentangmu.. Jika saja apa -apa yang sedang ku kuras benar-benar tak kunjung habis.
        Membicarakanmu tak akan lepas dari perangaimu.. Perangai yang kau tunjukkan saat bersamaku. Jangan pikir aku melupakannya.. Aku ingat dengan sendirinya saat nalarku tak mencoba untuk membongkarnya.. Sepertinya lebih senang berseteru dengan bawah sadar.. 
              Kau yang mengajari ku banyak hal walau awalnya terasa sulit,menyedihkan dan tak bisa ku terima hingga bertahun tahun.. Aku yang bengal sampai susah untuk berdamai dengan hidupku. Ribut perang batin sendiri karena ingin membencinya saat cinta sudah di ubun-ubun. Repot membujuk untuk berdamai dan mencintainya dengan cara yang bermanfaat.. Risau karena dilema antara mengikhlaskan atau tetap kekanakk-kanakan dengan protes. Hm.. Tapi itu smua ternyata tak sejengkal pun mengembalikanmu padaku.. Dan saat aku tengah terpekur dalam kubangan masalah itu,, aku benar-benar menemukan diriku yang sendirian menjadi tertawaan lelucon hidup. Bukakah kau hanya makhluk? Bukankah dunia tak kan berhenti jika kau meninggalkan aku.? Bukankah detak waktu tak bisa benar-benar berhenti dan meminta pertanggung jawaban perjalanan hidupku? Yah.. Waktu terus berputar..aku harus bangun dari ratapan cinta yang tak berpenghujung akanmu.. Berputar otak.. Pasti ada banyak cara keluar dari peliknya masalah tentang hati ini.. Aku mencoba menitipkan semua yang terjadi padaNYA, mengambil senti demi senti masalah untuk direnungkan kembali.. Sampai aku bisa legowo menerima keadilanNYA.. Lama memang,, sibuk untuk mengikhlaskan.. Sibuk untuk mengira ngira, memadupadankan.. Sampai akhirnya logika berbentur perasaan yang masih tak stabill.. Penat untuk berpikir.. Malam bagai siksa.. Pagi jadi kosong.. Tapi aku sama sekali tak ingin mengutuk kegelapan.. Aku bahkan sangat ingin sekali menyalakan lilin dari bagian yang kau sisa.. Berharap redupnya dapat menghangatkan jiwa ku dari gemeretuk dinginnya takdir.. Berharap redupnya dapat membentangkan jalan bagiku untuk sekedar berdiri mencari arah.. Arah hidupku selanjutnya. Yang akan benar-benar sendirian tanpamu,tanpa sepatah dua patah kata yang tak bosan kau ngiangkan walaupun awalnya ku dengar hanya karena senang kau yang mengucapkannya padaku..setiap malam saat kau menemaniku.. Membimbingku membuat lampion yang bahkan setelah kau pergi aku lupa menaruhnya dimana…dan setelah lama baru aku menemukannya berserakan di dinding2 hatiku dalam kenangan akan dirimu..

Read More......

Sabtu, 16 Maret 2013

aku dan duniaku

disaat semua bersenang-senang ... 
aku lebih asyik dengan duniaku sendiri.. 
dunia yang terisolasi.. 
dunia yang melingkupi ku aman dari yang tak mengharapkanku... 

aku lebih senang melakukan apapun sendiri.. 
karena itu akan membuat aku menjadi sosok yang kuat.. 
aku tak ingin menangis di pundak mereka.. 
aku tak ingin mengharapkan mereka mengaharapkanku.. 
aku hanya ingin sendiri dengan duniaku.. 
lepas dari kemunafikan,. kepura-puraan mereka.. 
senang bahwa akhirnya tuhan membuka semua penglihatan.. 
hanya agar aku sadar bahwa apa yang ku ingini tak mesti tercapai.. 
apa yang aku harap-harapkan.. tak mesti sama mengharapkanku.. 
aku hanya ingin menghargai dan dihargai dengan tulus.. 
aku hanya ingin di cintai dan mencintai dengan tulus,, 
tak ada kepura-puraan..

Read More......

Selasa, 12 Maret 2013

Kebas.. tapi....?? Bebal

hari ini aku kesal se kesal-kesalnya..
bukan padamu..
tapi lebih karena kebodohanku.,.
lebih karena ketidak hati-hatianku menjaga hati ku...
tapi entah kenapa kau tahu aku menjauhimu,,  

hapeku berdering.. 
meski aku mengabaikannya beberapa saat.. 
dan kemudian terlonjak.. diam menatap.. kebas.. 
kau menghubungiku.. 
kau menanyakan kabarku dengan entengnya.. 
dengan sosok polos yang kau ciptakan.. aku kebas.. 
tapi tak bisa menolak.. masih enggan.. 
well, lagi pula kita berteman bukan.. 
sampai akhirnya berbicara lepas.. 
ber jam-jam saling bercerita kebosanan jika tak menanyakan kabar masing-masing.. 
aku mulai terbuai.. 
sesaat seperti tertampar oleh apa yang membuka mataku kemarin.. 
hatiku berbisik.. 

"ya tuhan.. apa dia sekarang jujur kepadaku.. ya tuhan.. apakah semua ucapnya adalah kebenaran.. atau hanya sesuatu ungkapan yang hanya ingin ku dengar.. tolong aku sekali lagi ya tuhan,, untuk selalu merasa kebas.. dan tetap pada jalurku..  " 

dia menyergah lamunanku.. 
bertanya apakah ada yang salah.. 
aku bilang tidak.. semua baik-baik saja seperti sedia kala.. 
aku tahu ia tersenyum,, seraya berkata.. "aku tahu, aku percaya" 
astaga.. apakah aku selalu seperti ini-ini saja.. 
merasa sakit atas apa yang tak ku punya.. 
merasa kehilangan sesuatu yang sama sekali belum pernah jadi milikku.. 
aku tahu.. aku boodoh sekali.. 
untuk tetap merasakan hal seperti itu berulang..

Read More......

Sedemikian Rupa

aku tertegun.. 
memori tentangmu begitu saja membayang... 
sejenak hatiku merapalkan lagu itu berulang-ulang.. 
tidak asing sekali.. 
lagu itu mendayu-dayu lemah merdu.. 
aku selalu begitu takjub dengan kekuatan cinta itu.. 
sayatannya malah membuatku tegar sedemikian rupa.. 
dan kau.. jauh sedemikian rupa..  
Bagaimana mestinya... 
Membuatmu jatuh hati kepadaku 
Tlah kutulis kan sejuta puisi 
Meyakinkanmu membalas cintaku 
Haruskah ku mati karena mu 
Terkubur dalam kesedihan sepanjang waktu 
Haruskah kurelakan hidupku 
Hanya demi cinta yg mungkin bisa membunuh ku 
Hentikan denyut nadi jantung ku 
Tanpa kautau betapa suci hatiku 
Untuk memiliki mu Adakah keikhasan 
Dalam palung jiwamu mengetukku 
Ajarkan mu bahasa perasaan 
Hingga hatimu tak lagi membeku 
Haruskah ku mati karena mu 
Terkubur dalam kesedihan sepanjang waktu 
Haruskah kurelakan hidupku 
Hanya demi cinta yg mungkin bisa membunuh ku 
Hentikan denyut nadi jantung ku 
Tanpa kau tau betapa suci hatiku 
Untuk memiliki mu 
Tiadakah ruang di hatimu untukku 
Yang mungkin bisa ‘tuk kusinggahi 
Hanya sekedar penyejuk disaat ku layu 
Ku tlah menantimu hingga akhir masa

Read More......

Kembali dari Kebutaan

Tuhan memang sangat baik dengan membuka mataku lebar-lebar.. 
memberiku kenyataan yang bukan hanya membuatku malu padaNYA.. 
malu pada diriku sendiri.. 
dan sedikit tamparan yang menyengat... 
well, aq pantas mendapatkannya.... 
 bagaimana bisa aku.. ? bagaimana mungkin aku melakukannya.. 
aku tak pernah sedikitpun melunakkan pembatas ku.. tapi kenapa aku bisa selalai ini.. ya tuhan.. maafkan aku.. aku tau bagaimana sakitnya jika di khianati.. api apa yang sebenarnya ku percikkan di bajuku sendiri,, dia bersama orang lain... dan.. merayuku.. itu fatal sekali... maafkan aku tuhan.. jika sedetik waktu lalu aku sempat tergoda.. maafkan aku.. kini aku tahu.... batas apa lagi tentang kesukaanku.. apa itu kagum, apa itu hormat, apa itu cinta... terimakasih tuhan.. untuk selalu menjagaku.. disaat aku lalai dan bodoh keterlaluan.. terimakasih... aku sangat menyayangiMU... 

Read More......

Minggu, 10 Maret 2013

Tidak ada yang 'benar-benar'

lihat.. tak ada yang benar-benar baik seperti kelihatannya..
aq merasa sangat sendiri dan asing..
apa yang kuharapkan dalam kepura-pura an ini...  
entah aku yang tak bisa memilih teman.. 
atau memang aku dilahirkan untuk tak memiliki teman yang benar benar kepadaku.. 
banyak orang.. tapi mereka seakan enggan denganku.. 
atau aku yang enggan dengannya.. aku tidak tahu,.,
tapi banyak kepura pura an yang aku temukan saat denganku,, 
banyak kenyataan bebas tentang mereka saat tak denganku.. 
bahkan orang yang sangat dekat denganku.. 
tak menganggap aku dekat, sedekat yang aku pikir dan rasakan.. 
aku tak ingin mengasihani diriku sendiri.. 
tapi hanya aku yang aku punya.. selain dia yang mencintaiku.. 
itulah akhirnya aku takkan bisa jauh dari dia,, 
hanya karena dia tak berpura-pura peduli saat denganku.. 
hanya ada aku yang bisa ku percaya.. hanya ada aku yang ku punya..

Read More......

Tête à Tête

aku tahu aku meninggalkan nya jauh di belakang,..
saat kemudian dia gigih ingin membawaku kembali..
aku sadar aku telah jauh dari jalan kami..
tapi aku sama sekali tidak tahu kemana sebenarnya aku melangkah..
yang aku tahu aku berjalan ke sudut gelap dan meringkuk,
berharap mendapatkan hidupku kembali..
aku ingin berteriak bahwa sesaat jika ku kembali aku tidak akan menjadi aku..
saat aku meringkuk disini,,
aku hanya bermimpi dengan mata terbelalak,,
tidak memberi kebenaran,,
tidak membenarkan keadaan..  
aku sakit karena mengharapkan orang yang belum tentu berharap yang sama kepadaku,, 
dan aku mencintai kenangan pahitku sebagai penghormatan kehilangan diriku yang lampau.. diriku yang aku rindu... 
aku bersama seseorang tetapi mengandai begitu jauh tentang orang lain.. dan orang lain... 
aku takut kembali untuk memainkan peran org lain... 
aku takut kembali untuk mendapat penolakan... 
aku hanya duduk terpekur dan bermimpi dengan terbelalak.. 
ya tuhan.. berat sekali membelokkan hatiku untuk seseorang itu.. 
seakan sendiri dan sepi menjadi tempat berlabuhku,, 
membelengguku dan selalu membuatku aman dari apapun yang nyata.. 
aku ingin hidupku,, 
aku ingin hariku.. 
dan aku ingin kamu.. 
masa depanku..

Read More......