Menangisku dalam setiap cerita yang ku umbar..
Karena walau sebaik apapun aku menulis..
Aku tahu bahwa akhirnya kamila tak akan bersama putra..
Karena semanis apapun cinta mereka yang ku urai dalam setiap kata..
Aku tahu tak ada siapapun yang bisa menjangkau takdir mereka untuk tak bersatu..
Aku mengurainya dengan segenap air mata yang tersisa untukmu dalam kenangan kita..
Yang dalam setiap lariknya selalu kuhadirkan nafas untuk membangunkanmu..
dalam tidur panjangnya ingatan..
Yang dalam setiap kisahnya selalu ada sosokmu yang begitu aku rindu untuk mewujud..
Tak apa..
Hanya itu yang ku bisa untuk memilikimu..
Selama sisa hidupku nanti..
Aku akan membacamu kapanpun aku ingin kau menjelma ..
Aku akan menyanyikanmu dimanapun aku mengingikanmu menemani sepiku..
Aku akan menyentuh dalam kisahmu pada apapun keadaan yang tersisa di kehidupanku,,,
Selamanya aku tak akan kehilanganmu lagi..
Selamanya kau akan mewujud ,,,
walau sebenarnya tebal buku itu...
hanya akan merepresentasikan secuil keberadaanmu dalam memoriku..
Dan aku tak akan kuatir jika kau sampai terlupa..
Entah tentang bau parfummu,,,
Entah tentang caramu berjalan di belakangku..
Maupun sosokmu dalam kejauhan..
Caramu tersenyum dan memanggilku..
Caramu menatapku dengan mata sayu sebening embun….
Entah tentang suaramu dalam telepon..
Tentang diammu yang marah..
Rengekan manja yang kau buat-buat..
Astaga aku sungguh merindukanmu…
Dan tak ada yang bisa aku lakukan kecuali terus menulismu..
Selasa, 14 Mei 2013
Hanya Bisa Menulis mu...
Minggu, 28 April 2013
Lebih Baik Seperti Ini (Kamila's Last Love Letter)
Kamis, 11 April 2013
Yang Ku Rindu By: Hasanuddin Al-Habib (STI-46-83)
yang kurindu..
yang ku damba..
disetiap gelora malam pekat ini..
disetiap harum kilau mentari..
hangat merasuki..
kuingin semangat itu..
yang membakar ranting-ranting jiwa sunyi ini hingga memerah..
yang meluluh-lantakkan keputus asaan di lubuk mata..
yang meraih kornea ini tuk melangkah menatap masa jaya..
seperti di tahun itu..
benar lenyap terasa..
penat ini menghantui..
bosan ini menggantung di ujung langkah ini..
heran dengan sikap senja yang mulai lesu dengan aktivitasnya..
meski enggan menoleh pada keraguan semata..
tersesat ku di alam tanpa batas naluri ini..
terhentakku di angan yang tak berujung ini..
dibingungkan dengan gurauan api-api setan itu..
menggilaiku penuh dusta tak bernyawa..
ingin ku lepas langit itu..
tak ingin ku hiraukan sayup-sayup lamunan bisu ini..
ingin ku hempas tirai awan itu..
tak ingin ku jatuh disini..
berdirilah wahai surya..
tersenyumlah wahai senja..
angkat tanganmu wahai bumi..
teriaklah wahai bintang hati..
kembali ke jalanmu..
melangkah penuh api..
melangkah melewati duri..
lompati jurang-jurang tak bertepi..
BUKA MATAMU WAHAI SENJA..
YANG KU RINDU SEMANGATMU..
YANG KURINDU HANGAT NYAWA ITU..
BERKOBARLAH..
NIKMATI KEMENANGANMU KELAK..
ANGKAT KAKIMU DAN TERUSLAH MELANGKAH..........................
.
.
.
Surabaya,06 Desember 2011, 02: 59 a.m.
.
.
.
Hasanuddin Al-Habib
Rabu, 10 April 2013
Senin, 08 April 2013
Repost Tere Lije
*Angin, Hujan dan Sakit Hati
Kenapa ada angin?
Agar orang-orang tahu kalau ada udara di sekitarnya.
Tiap detik kita menghirup udara, kadang lupa sedang bernafas.
Tiap detik kita berada dalam udara, lebih sering tidak menyadarinya
Angin memberi kabar bagi para pemikir
Wahai, sungguh ada sesuatu di sekitar kita
Meski tidak terlihat, tidak bisa dipegang
Kenapa ada hujan?
Agar orang-orang paham kalau ada langit di atas sana
Tiap detik kita melintas di bawahnya, lebih sering mengeluh
Tiap detik kita bernaung di bawahnya, lebih sering mengabaikan
Hujan memberi kabar bagi para pujangga
Aduhai, sungguh ada yang menaungi di atas
Meski tidak tahu batasnya, tidak ada wujudnya
Begitulah kehidupan.
Ada banyak pertanda bagi orang yang mau memikirkannya
Kenapa kita sakit hati?
Agar orang-orang paham dia adalah manusia
Tiap saat kita melalui hidup, lebih sering tidak peduli
Tiap saat kita menjalani hidup, mungkin tidak merasa sedang hidup
Sakit hati memberi kabar bagi manusia bahwa kita adalah manusia
Sungguh, tidak ada hewan, binatang yang bisa sakit hati
Apalagi batu, kayu, tanah, tiada pernah sakit hati
Maka berdirilah sejenak, rasakan angin menerpa wajah
Lantas tersenyum, ada udara di sekitar kita
Maka mendongaklah menatap ke atas, tatap bulan gemintang atau langit biru bersaput awan
Lantas mengangguk takjim, ada langit di sana
Maka berhentilah sejenak saat sakit hati itu tiba, rasakan segenap sensasinya
Lantas tertawa kecil atau terkekeh juga boleh, kita adalah manusia....
Kamis, 21 Maret 2013
Ceritaku Hari Ini
#P.S: saat kau melihat jam posting ini di tayangkan dan membaca kesemangatanku di dalam tulisan diatas, kau akan mulai menyadari.. betapa menarik nya malam buatku, betapa istimewa dan eksotisnya malam untukku, bahkan disaat aku terantuk-antuk flu sekalipun. malam masih bisa menggodaku untuk menulis ini semua di blogku. :)
Minggu, 17 Maret 2013
Friday, June 01, 2012 (kepingan puzzle)
lebih dari sekali. Dia tak pernah tidak jujur padaku. Dia memberitahuku
dari awal bahwa dia tak akan, tak akan pernah bisa, berkomitmen. Aku
bodoh saat memikirkan bahwa aku bisa bertahan dengan maksud sebenarnya
dari kalimat itu. Aku melewati semua ini dengan mata terbuka. Aku hanya
sedang membayar untuk harga yang setimpal untuk tidak menyadari seperti
apa rasanya."
dan
Thursday, May 10, 2012
Sabtu, 16 Maret 2013
aku dan duniaku
Selasa, 12 Maret 2013
Kebas.. tapi....?? Bebal
hari ini aku kesal se kesal-kesalnya..
bukan padamu..
tapi lebih karena kebodohanku.,.
lebih karena ketidak hati-hatianku menjaga hati ku...
tapi entah kenapa kau tahu aku menjauhimu,,
hapeku berdering..
meski aku mengabaikannya beberapa saat..
dan kemudian terlonjak.. diam menatap.. kebas..
kau menghubungiku..
kau menanyakan kabarku dengan entengnya..
dengan sosok polos yang kau ciptakan.. aku kebas..
tapi tak bisa menolak.. masih enggan..
well, lagi pula kita berteman bukan..
sampai akhirnya berbicara lepas..
ber jam-jam saling bercerita kebosanan jika tak menanyakan kabar masing-masing..
aku mulai terbuai..
sesaat seperti tertampar oleh apa yang membuka mataku kemarin..
hatiku berbisik..
"ya tuhan.. apa dia sekarang jujur kepadaku.. ya tuhan.. apakah semua ucapnya adalah kebenaran.. atau hanya sesuatu ungkapan yang hanya ingin ku dengar.. tolong aku sekali lagi ya tuhan,, untuk selalu merasa kebas.. dan tetap pada jalurku.. "
dia menyergah lamunanku..
bertanya apakah ada yang salah..
aku bilang tidak.. semua baik-baik saja seperti sedia kala..
aku tahu ia tersenyum,, seraya berkata.. "aku tahu, aku percaya"
astaga.. apakah aku selalu seperti ini-ini saja..
merasa sakit atas apa yang tak ku punya..
merasa kehilangan sesuatu yang sama sekali belum pernah jadi milikku..
aku tahu.. aku boodoh sekali..
untuk tetap merasakan hal seperti itu berulang..
Sedemikian Rupa
Kembali dari Kebutaan
Minggu, 10 Maret 2013
Tidak ada yang 'benar-benar'
lihat.. tak ada yang benar-benar baik seperti kelihatannya..
aq merasa sangat sendiri dan asing..
apa yang kuharapkan dalam kepura-pura an ini...
entah aku yang tak bisa memilih teman..
atau memang aku dilahirkan untuk tak memiliki teman yang benar benar kepadaku..
banyak orang.. tapi mereka seakan enggan denganku..
atau aku yang enggan dengannya.. aku tidak tahu,.,
tapi banyak kepura pura an yang aku temukan saat denganku,,
banyak kenyataan bebas tentang mereka saat tak denganku..
bahkan orang yang sangat dekat denganku..
tak menganggap aku dekat, sedekat yang aku pikir dan rasakan..
aku tak ingin mengasihani diriku sendiri..
tapi hanya aku yang aku punya.. selain dia yang mencintaiku..
itulah akhirnya aku takkan bisa jauh dari dia,,
hanya karena dia tak berpura-pura peduli saat denganku..
hanya ada aku yang bisa ku percaya.. hanya ada aku yang ku punya..
Tête à Tête
aku tahu aku meninggalkan nya jauh di belakang,..
saat kemudian dia gigih ingin membawaku kembali..
aku sadar aku telah jauh dari jalan kami..
tapi aku sama sekali tidak tahu kemana sebenarnya aku melangkah..
yang aku tahu aku berjalan ke sudut gelap dan meringkuk,
berharap mendapatkan hidupku kembali..
aku ingin berteriak bahwa sesaat jika ku kembali aku tidak akan menjadi aku..
saat aku meringkuk disini,,
aku hanya bermimpi dengan mata terbelalak,,
tidak memberi kebenaran,,
tidak membenarkan keadaan..
aku sakit karena mengharapkan orang yang belum tentu berharap yang sama kepadaku,,
dan aku mencintai kenangan pahitku sebagai penghormatan kehilangan diriku yang lampau..
diriku yang aku rindu...
aku bersama seseorang tetapi mengandai begitu jauh tentang orang lain.. dan orang lain...
aku takut kembali untuk memainkan peran org lain...
aku takut kembali untuk mendapat penolakan...
aku hanya duduk terpekur dan bermimpi dengan terbelalak..
ya tuhan.. berat sekali membelokkan hatiku untuk seseorang itu..
seakan sendiri dan sepi menjadi tempat berlabuhku,,
membelengguku dan selalu membuatku aman dari apapun yang nyata..
aku ingin hidupku,,
aku ingin hariku..
dan aku ingin kamu..
masa depanku..
