Referral Banners

Kamis, 18 Februari 2016

M I M P I

ini tentang bunga tidur yang tak kumengerti.. Berulang-ulang dengan tokoh yang sama..

Suatu waktu kau datang dan duduk denganku, bercengkerama pada gadis kecil menggemaskan.
Dilain waktu kau hanya terdiam haru, kemudian memegang tanganku dan menangis tersedu..  membaca buku harianku dengan takjub.
Suatu waktu kau memegang tanganku hanya untuk memberitahuku.. Bahwa kita punya detak yang sama.. Degupnya berpesta pora hanya karena saling bersitatap. Benarkah masih begitu?

Padahal nyata pun untuk melihatmu aku tak berani, membalas kata-katamu pun aku tak berani.. Apalagi untuk menyatakan semuanya...

Bunga tidurpun saat ini mulai berani menyadarkanku bahwa aku sedang merinduimu. Yang bahkan nyata pun aku tak berani menyebutnya, apalagi mengakuinya.

Dan apakah aku ini sebenarnya..?
Berputar-putar pada pusaran yang sama, tidak tahu malu menuliskan semua ini saat ini..

Sudahlah.. Memangnya apalah arti bunga tidur ini.. ?


Padahal IA telah memberiku banyak pemahaman baik saat aku sepenuhnya sadar..

kepadaNya lah semua akan bermuara.. Tak terkecuali Cinta dan Rinduku..

Dan doaku tak akan bertepi untukmu..
Semoga kau selalu dalam Lindungan Nya dimanapun kau berada..
Semoga bahagia selalu melingkupi keluarga kecilmu yang manis..


Read More......

Minggu, 17 Januari 2016

Hai, apa kabar?

Assalamu'alaikum..
Apa kabar? Tak terasa sudah satu tahun lebih sejak terakhir kita lost kontak. Apa kmu baik-baik saja? Pasti kamu baik-baik saja bukan?, kamu harus baik-baik saja!. Begitu banyak yang terjadi di satu tahun belakangan ini, tapi bahkan aku tidak tahu dari mana harus memulai untuk bercerita.

Setelah lulus agustus lalu dan wisuda di bulan september, aku resmi hengkang dari surabaya. Kembali kerumah ibuku, tinggal bersamanya. Alhamdulillah aku baik-baik saja. Kesibukan? Ketika aku di pandaan aku berkesempatan membantu nda di konter. Ketika aku dirumah, setiap sore ada adik2 kecil lucu menggemaskan bersama2 belajar denganku. Tidak ada yang begitu spesial.

Menikah? Belum. Entah. Aku tidak pernah ragu tentangnya. Tapi entahlah, aku menunda acara pertunangan ku tahun lalu. Dan mungkin aku tidak bisa menundanya untuk tahun ini atau lebih lama lagi. Hanya saja, di sisa waktu sendiriku saat ini.. aku lebih bisa mempersiapkan diri. Dan.. aku lebih bisa yakin, dia yang mencintaiku selalu sabar menungguku untuk menjadi istrinya. Dia takkan meninggalkanku.

Terimakasih untukmu yang datang dan meluruskan segalanya, meringankan perasaanku dan membuatnya sepenuh hati bisa menerima nda.

Dan tentu saja, saat ini.. Aku merindukanmu!

Read More......