Dear Diary.. aku ceritakan tentang kencanku yang batal.. :D
Dia adalah teman
satu angkatan ku, kami cukup dekat karena sama2 mencintai buku, bahasa,
kata-kata. Tapi dia lebih parah. Di hari yang sudah kita sepakati ternyata
allah belum mengiijinkan kami untuk jalan-jalan. Sore itu, aku hampir tidak
bisa bangun dari tempat tidur karena dilep (kram perut saat haid). Dan dia
meneleponku, bicara kalau-kalau acara kita bisa ditunda karena ia sedang flu.
Aku hanya tersenyum dan menyetujuinya, seraya mengucapkan alasanku. Hari itu
fix kita tidak kemana-kemana, hanya tiduran di kasur masing-masing.
Lama berselang,
tibalah hari dimana aku harus menjaga mbak rima di rumah sakit, setelah kuliah
dukun a.k.a peramalan pukul 8 malam aku ke rumah sakit tanpa tahu kalau disana
sudah ada dea, om, mbak mila, wuah rombongan yee.. Karena ngrasa ga enak berada
disitu serombongan, aku mencoba mencari udara segar di luar bangsal kamar,
ketemu keluarga bu sumiyati yang besok akan operasi batu ginjal, anaknya
mengucapkan terimakasih karena kemarin malam bersedia merawat, menebus obat
sampe ambil darah dan iv buat ibunya. Kami mengobrol beberapa saat sampai
beliau berpamitan masuk ke bangsal ibunya. Tinggallah aku sendiri di luar
bangsal, dan karena ngeri dengan suasana dr. sutomo yang agak horror, aku
kembali masuk dan berbicara ini itu bersama suster jaga, sampai akhirnya
ponselku berdering tanda sms masuk..
"mbak jadi di
jemput? " (tadi aku sempat meminta
bantuannya untuk menjemputku dan membawa mbak mila ke kosan, karena tidak enak
jika berada disini serombongan, tapi eh ternyata aku tidak membawa kunci pagar,
jadi ya percuma kalau pulang, masak iya mau lompat pagar --"
)
"ndak jadi pak, maaf.. Gak bawa kunci pagar, jeki juga udah tidur jadi ga bisa nginep disana.."
"ndak jadi pak, maaf.. Gak bawa kunci pagar, jeki juga udah tidur jadi ga bisa nginep disana.."
"Aku di depan
rumah sakit, kita ngobrol aja"
Nahlo… jadilah aku
keluar dan mengobrol dengannya hingga subuh,
Bersama deretan-deretan keluarga lain yang menunggu pasien. Banyak hal
yang ia bicarakan padaku, dan seperti biasanya, aku adalah pendengar yang baik
hati, hwe hwe hwe… dia sudah seperti saudara sendiri, jadi bercerita
macam-macam tak masalah buatnya. Dia sering
menggodaku.. Walaupun ia pada akhirnya akan berkata padaku..
"seserius aku bicara apapun.. Untuk soal hati.. Kau tak pernah
mengganggapku serius.. Tapi anehnya, aku nyaman dengan itu, sehingga aku bisa
bicara semauku tanpa harus memikirkan akibatnya.." dasar .. Ia egois
bukan… hahaha
Ia pulang setelah
solat subuh, dan siang itu aku masih juga merepotkannya.
Hari itu hari selasa
dan salah satu temanku (Lia) mengundangku datang di acara resepsi
pernikahannya, aku sudah menyanggupinya jadi sebisa mungkin aku tepati. Siang
itu aku memintanya menjemputku di rumah sakit untuk mengambil beberapa barang
di kost dan mengantar ku kembali ke stasiun, karena aku harus pulang ke
pandaan. Kami hampir saja ketinggalan
kereta, tersisa hanya tiket komuter, itupun keretanya sudah datang, tapi
alhamdulillah masih di ijinkan untuk pulang hari itu. Jadilah aku mengejar kereta yang sudah
setengah berjalan lambat akan meninggalkan stasiun. Salah satu ibu-ibu yang
duduk di sampingku berkata.. "mbak-mbak.. Ngejar kereta kayak tadi kayak
film india.. Kajol sama sharukh khan.. " aku tertawa pelan mendengar
kelakarnya.. Aku mengiyakan.. Sambil mengingat-ingat film le jayenge.. Hahaha….
Sampainya di porong,
priaku sudah menunggu dengan anggunnya di atas sepeda motornya, sambil bertanya
mengerutkan kening "sudah berapa hari ndak tidur dan maksain pulang
kesini?"
"kemarin lusa
sama kemarin nda.. Gapapa.. Untung raganya buatan allah.. Klo jepang ya sudah
mreteli.." jawabku menjawabnya dengan candaan.
Malam itu aku
menghadiri 3 resepsi pernikahan sekaligus, wuah.. Seneng sekali ketemu
temen-temen sekolah.. Lihat, dulu kalau ditanya siapa yang bakal nikah duluan,
semuanya pada ogah.. Sekarang malah dulu-duluan.. Hahaaha….
Ada kejadian yang
sedikit memalukan ketika aku pulang dari resepsi, ternyata pintu rumah
terkunci, dan baru sadar kalau kunci rumah yang harusnya aku bawa ada di atas
kasur.. (lupa) --" yang membawa duplikat kunci adalah ayah, sedangkan ayah
sudah pulang kerumahnya.. Alamak.. Di tengah bingungnya itu.. Aku melihat pintu
belakang yang hanya tertutup separuh, yang atas terbuka tapi masih ada teralisnya. Dengan menyingsing kan
lengan kardiganku, sekuat tenaga aku membongkar teralis yang terbuat dari kayu
itu, berusaha untuk masuk ke dalam rumah. Sudah aku pastikan sekelilingku sepi
dan tidak ada orang lewat pastinya di jam segitu, kalau tidak aku akan malu
sendiri jika ada yang mendapatiku memakai longdress sepaket dengan hak tinggi
ku dan membongkar teralis jendela. Apapun yang terjadi aku harus bisa masuk
kerumah, jadi aku bisa balik ke surabaya malam ini. Dan voila,, yang di khawatirkan lah yang
terjadi.. Ada yang berjalan kearahku.. Menyunggingkan senyum jahil dan
berkata.. "mbak ngapain? Masuk rumah sendiri kok dari situ? Kuat ta
bukanya? Mau di bantuin? " lengkap sudah.. Pertanyaan dari thobroni
membuatku kalang kabut.. Dengan malu aku menjawab.. " teruskan saja dek
jalannya.. Anggep ga pernah liat aku kayak gini.. Hihihi.. Bisa kok bisa
ngangkatnya.." (aku dalam posisi
menganggkat teralis jendela.. ) hahaha…. Aku malu….. Akhirnya ia hanya
tersenyum dan menuruti permintaanku. Malam itu, akhirnya aku bisa masuk kembali
ke dalam rumah dan menemukan kunci rumah yang tidur manis diatas kasur, pukul
21.30 aku kembali ke surabaya dengan diantar oleh nda, ia harus memastikan aku
masuk ke dalam kos supaya yakin bahwa aku menuruti kata-katanya, untuk tidak
bermalam di rumah sakit saat itu, 2 hari tidak tidur dan bolak balik pandaan
sby dalam seharian cukup untuk membuatku terhuyung-huyung.. Ngantuk sekali..
Hehehe…. Hari itu aku menyadari.. Pentingnya untuk selalu bersyukur dalam
keadaan apapun.. Karena jika tak ada
allah bersamaku.. Aku tak akan mampu seperti ini.. :)
Sudah dulu ya,,
Ace.. Besok lusa.. Jika aku sedang ada waktu luang.. Akan kuceritakan tentang Teh ter-enak. Malam ini cukup dulu.. Karena besok aku
dihadapkan oleh kuis 2 mata kuliah sekaligus..
Dear diary.. Doakan
aku ya.. Supaya besok semua berjalan dengan lancar.. Sesuai ijinNya.. :)
Read More......