Referral Banners

Selasa, 25 November 2014

To Be Continued... ( .. . . a.k.a Nganggur)

Dear Diary.. aku ceritakan tentang kencanku yang batal.. :D


Dia adalah teman satu angkatan ku, kami cukup dekat karena sama2 mencintai buku, bahasa, kata-kata. Tapi dia lebih parah. Di hari yang sudah kita sepakati ternyata allah belum mengiijinkan kami untuk jalan-jalan. Sore itu, aku hampir tidak bisa bangun dari tempat tidur karena dilep (kram perut saat haid). Dan dia meneleponku, bicara kalau-kalau acara kita bisa ditunda karena ia sedang flu. Aku hanya tersenyum dan menyetujuinya, seraya mengucapkan alasanku. Hari itu fix kita tidak kemana-kemana, hanya tiduran di kasur masing-masing.

Lama berselang, tibalah hari dimana aku harus menjaga mbak rima di rumah sakit, setelah kuliah dukun a.k.a peramalan pukul 8 malam aku ke rumah sakit tanpa tahu kalau disana sudah ada dea, om, mbak mila, wuah rombongan yee.. Karena ngrasa ga enak berada disitu serombongan, aku mencoba mencari udara segar di luar bangsal kamar, ketemu keluarga bu sumiyati yang besok akan operasi batu ginjal, anaknya mengucapkan terimakasih karena kemarin malam bersedia merawat, menebus obat sampe ambil darah dan iv buat ibunya. Kami mengobrol beberapa saat sampai beliau berpamitan masuk ke bangsal ibunya. Tinggallah aku sendiri di luar bangsal, dan karena ngeri dengan suasana dr. sutomo yang agak horror, aku kembali masuk dan berbicara ini itu bersama suster jaga, sampai akhirnya ponselku berdering tanda sms masuk..

"mbak jadi di jemput? "  (tadi aku sempat meminta bantuannya untuk menjemputku dan membawa mbak mila ke kosan, karena tidak enak jika berada disini serombongan, tapi eh ternyata aku tidak membawa kunci pagar, jadi ya percuma kalau pulang, masak iya mau lompat pagar --" )
"ndak jadi pak, maaf.. Gak bawa kunci pagar, jeki juga udah tidur jadi ga bisa nginep disana.."
"Aku di depan rumah sakit, kita ngobrol aja"

Nahlo… jadilah aku keluar dan mengobrol dengannya hingga subuh,  Bersama deretan-deretan keluarga lain yang menunggu pasien. Banyak hal yang ia bicarakan padaku, dan seperti biasanya, aku adalah pendengar yang baik hati, hwe hwe hwe…    dia  sudah seperti saudara sendiri, jadi bercerita macam-macam tak masalah buatnya. Dia sering  menggodaku.. Walaupun ia pada akhirnya akan berkata padaku.. "seserius aku bicara apapun.. Untuk soal hati.. Kau tak pernah mengganggapku serius.. Tapi anehnya, aku nyaman dengan itu, sehingga aku bisa bicara semauku tanpa harus memikirkan akibatnya.." dasar .. Ia egois bukan… hahaha

Ia pulang setelah solat subuh, dan siang itu aku masih juga merepotkannya.
Hari itu hari selasa dan salah satu temanku (Lia) mengundangku datang di acara resepsi pernikahannya, aku sudah menyanggupinya jadi sebisa mungkin aku tepati. Siang itu aku memintanya menjemputku di rumah sakit untuk mengambil beberapa barang di kost dan mengantar ku kembali ke stasiun, karena aku harus pulang ke pandaan.  Kami hampir saja ketinggalan kereta, tersisa hanya tiket komuter, itupun keretanya sudah datang, tapi alhamdulillah masih di ijinkan untuk pulang hari itu.  Jadilah aku mengejar kereta yang sudah setengah berjalan lambat akan meninggalkan stasiun. Salah satu ibu-ibu yang duduk di sampingku berkata.. "mbak-mbak.. Ngejar kereta kayak tadi kayak film india.. Kajol sama sharukh khan.. " aku tertawa pelan mendengar kelakarnya.. Aku mengiyakan.. Sambil mengingat-ingat film le jayenge.. Hahaha….

Sampainya di porong, priaku sudah menunggu dengan anggunnya di atas sepeda motornya, sambil bertanya mengerutkan kening "sudah berapa hari ndak tidur dan maksain pulang kesini?"
"kemarin lusa sama kemarin nda.. Gapapa.. Untung raganya buatan allah.. Klo jepang ya sudah mreteli.." jawabku menjawabnya dengan candaan.

Malam itu aku menghadiri 3 resepsi pernikahan sekaligus, wuah.. Seneng sekali ketemu temen-temen sekolah.. Lihat, dulu kalau ditanya siapa yang bakal nikah duluan, semuanya pada ogah.. Sekarang malah dulu-duluan..  Hahaaha….
Ada kejadian yang sedikit memalukan ketika aku pulang dari resepsi, ternyata pintu rumah terkunci, dan baru sadar kalau kunci rumah yang harusnya aku bawa ada di atas kasur.. (lupa) --" yang membawa duplikat kunci adalah ayah, sedangkan ayah sudah pulang kerumahnya.. Alamak.. Di tengah bingungnya itu.. Aku melihat pintu belakang yang hanya tertutup separuh, yang atas terbuka tapi  masih ada teralisnya. Dengan menyingsing kan lengan kardiganku, sekuat tenaga aku membongkar teralis yang terbuat dari kayu itu, berusaha untuk masuk ke dalam rumah. Sudah aku pastikan sekelilingku sepi dan tidak ada orang lewat pastinya di jam segitu, kalau tidak aku akan malu sendiri jika ada yang mendapatiku memakai longdress sepaket dengan hak tinggi ku dan membongkar teralis jendela. Apapun yang terjadi aku harus bisa masuk kerumah, jadi aku bisa balik ke surabaya malam ini.  Dan voila,, yang di khawatirkan lah yang terjadi.. Ada yang berjalan kearahku.. Menyunggingkan senyum jahil dan berkata.. "mbak ngapain? Masuk rumah sendiri kok dari situ? Kuat ta bukanya? Mau di bantuin? " lengkap sudah.. Pertanyaan dari thobroni membuatku kalang kabut.. Dengan malu aku menjawab.. " teruskan saja dek jalannya.. Anggep ga pernah liat aku kayak gini.. Hihihi.. Bisa kok bisa ngangkatnya.."  (aku dalam posisi menganggkat teralis jendela.. ) hahaha…. Aku malu….. Akhirnya ia hanya tersenyum dan menuruti permintaanku. Malam itu, akhirnya aku bisa masuk kembali ke dalam rumah dan menemukan kunci rumah yang tidur manis diatas kasur, pukul 21.30 aku kembali ke surabaya dengan diantar oleh nda, ia harus memastikan aku masuk ke dalam kos supaya yakin bahwa aku menuruti kata-katanya, untuk tidak bermalam di rumah sakit saat itu, 2 hari tidak tidur dan bolak balik pandaan sby dalam seharian cukup untuk membuatku terhuyung-huyung.. Ngantuk sekali.. Hehehe…. Hari itu aku menyadari.. Pentingnya untuk selalu bersyukur dalam keadaan apapun..   Karena jika tak ada allah bersamaku.. Aku tak akan mampu seperti ini.. :)

Sudah dulu ya,, Ace.. Besok lusa.. Jika aku sedang ada waktu luang..  Akan kuceritakan tentang Teh ter-enak.  Malam ini cukup dulu.. Karena besok aku dihadapkan oleh kuis 2 mata kuliah sekaligus..
Dear diary.. Doakan aku ya.. Supaya besok semua berjalan dengan lancar.. Sesuai ijinNya.. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar