Referral Banners

Minggu, 26 Oktober 2014

Atas Nama Tidak Ada Kerjaan a.k.a Nganggur


Seperti ketika ada yang bilang "tak bisa menolak sebatang rokok yang menyala diatas nama persahabatan" maka malam ini pun aku tak kuasa menolak segelas kopi hitam dari si bapak baik hati yang sedang menjaga ibunya di bed samping tempat mbak rima sedang istirahat. Walaupun tahu beberapa hari ini aku melewatkan jam tidur malam, mengonsumsi tugas kuliah diluar dosis, dan menghilangkan jam sarapan, tawaran tentang kopi tak pernah sekalipun membuat aku tak tergoda. Oke, semakin aku beralasan disini, semakin membuktikan bahwa - sederhananya, aku ingin mendapat kopi, layak minum kopi, dan dibenarkan. Tak peduli ini berefek atau tidak, habis perkara, titik.

(aku menulis kata Titik sebenarnya untuk sekadar mengingatkan bahwa kadang kala  tanda (.) itu juga harus diperlakukan semestinya dan seadil-adilnya   a.k.a dibaca, dilakukan sesuai maknanya a.k.a berhenti )


Dari yang aku simpulkan, jika membaca sampai disini, poin terakhir tentang titik, sudah di langgar. (:


Ini sama sekali bukan tentang aku yang tidak mau kau membaca ini semua, tapi hanya tentang aku yang ingin memberitahu tentang  apa yang sebenarnya ingin kau tahu, haha. (a.k.a kalau kau tidak ingin tahu, kau tidak akan melanjutkan membaca setelah melihat judul postinganku, itu jelas-jelas kau juga tak ada kerjaan, ups.)
Banyak hal yang ingin aku post tapi tidak sempat, (ini terdengar bohong sekali  jika di sandingkan dengan kata-kata di judul posting). Maka dari itu, aku akan mulai memberi tahu apa yang ingin aku post. Pertama foto dan cerita jalannya resepsi pernikahan keponakan dari ibuku,  tentang wisuda 110 beserta foto-foto dan cerita merah birunya. Sampai tentang ajakan kencan yang terus menerus batal hingga detik aku mengetik kalimat-kalimat ini.

****
Dear diary,  hari ini tanggal 15 agustus 2014. hari dimana mbak susi (keponakan dari ibuku, mungkin jika 'mas'  masih ingat - dia teman satu sma nya). Hari itu aku benar-benar kacau, salah perhitungan,  karena aku mengira bahwa  resepsi ini akan diadakan di hari sabtu dan begitu menyadari apa arti pertanyaan ibuk "sudah nyampe mana?" pada saat subuh waktu itu, aku sontak loncat dari kasur terhuyung-huyung menyingkat kegiatanku untuk segera naik ular besi menuju pandaan.  



Kau, apa kau bisa beri aku kalimat..? Apa itu sebenarnya menikah?
 
Meskipun aku tidak tahu benar dan berusaha menanyaimu saat ini, aku begitu gelisah saat memikirkan pernikahan.  Tiba-tiba saja aku ingin berlari sekencang-kencangnya, kemanapun, yang jauh pokoknya, yang tidak ada satu orang pun pernah mengenalku.  Entahlah, aku takut.  Aku ingin menikah, jelas. Tapi entahlah, ada sesuatu -  sesuatu yang sangat menakutkan dalam pikiranku, menakut nakuti, sehingga begitu saja aku ingin lari bukan hanya dari kata menikah itu saja, tapi semuanya.

Eniwey, aku menikmati setiap detik hari ini. Tertular kebahagiaan seisi rumah tentang pesta pernikahan. Sibuk mondar mandir menyapa tamu, membereskan sesuatu, dan memotret-motret.  Yang bikin capek itu Cuma satu. Dari jam setengah6 pagi setibanya aku di pandaan  sampai jam 11 malam pas pesta usai, aku mengenakan high heels, nah ini - biasanya ga bisa diem (kata orang inggris namanya pecitatan, haha), tetiba jadi kemayu pake high heels, alaamaak thank  you pegelnya, sukses tinggi dadakan meski ngabisin setengah isi bungkus pasta salonpas, wkwkwk. Quote nya Cuma satu : ojo dibaleni, phuahahaha….

*****

Dear diary, hari ini minggu tanggal 21 september 2014. hari dimana wajib bersenang-senang. Kau tahu kenapa? Karena ada syukuran wisuda 110 di jurusan.  Aku beri tahu satu rahasia kecil wanita, meski sudah punya baju satu almari penuh sampai kadang numpang di lemari tetangga karena saking ga cukupnya (alaaaah lebay) tetep aja klo mau pergi-pergi ngerasa ga ada baju sama sekali, krudung uda bejibuuun semua model ada, warna pelangi, sampe warna yang galau-galau juga ada (a.k.a ijo ga ijo kuning juga bukan, merah ga merah - pink juga bukan dsb dsb) eeeh tetep aja ngrasa kayak ga punya krudung. So, inilah sindrom yang menjangkitku pagi2 hari ini. Nadia Cuma duduk diatas kasur sambil ngeliatin aku mondar mandir bawa gantungan baju muterin cermin, ber puh-puh geli, hbs itu lebih memilih memeluk gulingnya lagi dari pada ikutan heboh.  Setelah bekerja susah payah keluar dari kekacauan pagi yang aku buat-buat sendiri, jadilah aku siap bernagkat pada pukul 11 siang. Bingung mau ke jurusan dulu atau jemput di graha. Akhirnya, karena dapet kabar kalau wisudawan pada belum keluar graha, aku dan nadia sepakat menuju graha, menunggu mereka di pintu keluar.

hal pertama yang aku lakukan disana adalah menajdi lady escort nya kentaang, haha. Datang-datang Ia langsung melepas topi toganya dan menyematkan di kepalaku seraya berkata "semoga cepat menyusul"  aku mengamininya kencang-kencang. :) trus foto bareng deh, tapi dasar banyak temen jail ya, pas di detik kepotret, topi toga yang tak pake malah di dorong melesak diatas kepalaku, alamaaak hancur sudah momen pertama siang panas-panas itu (a.k.a hot potato-potato, hahaha). setelah proses menunggu dan menyambut wisudawan-wisudawati usai, kita akhirnya pergi ke jurusan, disana sudah lebih banyak orang yang kita kenal, menunggu. kita sibuk berfoto, berpelukan kayak teletubies, ada yang gerak cepat dengan minta nomor ke mas mbak alumni menjalin koneksi super dadakan yang dibutuhkan buat jaga-jaga kalau ada lowongan strategis di perusahaan tempat mereka kerja, dan bla bla bla. ada juga yang sibuk menyusut hidung, berkaca-kaca, menjabat tangan dan saling bilang selamat.  acara selesai jam 2 siang. semua pulang dengan senyum dan sisa sisa air mata kebahagiaan. :)


*****

pada suatu tengah malam buta, dering bunyi  hape membuatku yang tengah asyik ketawa-ketiwi meyaksikan running man sejenak beralih memberi perhatian padanya.
m: mbak ayo kencan?
p: hah? sekarang? mimpi ta kamu pak?
m: haha, tahan sedikit lah kalau pean maunya sekarang. aku telpon boleh? klo yang ini skarang.
p: iya silahkan.

dan kemudian si 'm' itu telfon dan akhirnya kami memutuskan untuk pergi pada hari rabu minggu depan, ke toko buku. fyi, hari ini hari sabtu dini hari.  entah ada angin apa dia ingin pergi sama aku, setelah sekian lama dia menawarkan 'kencan' padaku. rupa-rupanya dia sudah jauh tidak pernah bersapa kabar dengan teman satu angkatan, dan sudah sewajarnya ia memanfaatkanku untuk memberinya semua daftar kabar dari teman-teman satu angkatan. alasan lainnya adalah karena ia ingin membicarakan sesuatu denganku (entah apa itu, sampai saat ini aku juga belum tahu). 

to be continued...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar