Aku membiarkan kursor ini berkedip lama.. Lama sekali..
Hanya untuk menunggu pikiran tentangmu terpusat..
Tak tercerai berai dengan keadaan yang kulalui hari ini..
Lihatlah.. Bahkan aku masih lancar mengetik apa-apa tentangmu..
Bukan karena aku memang bebal tak mau berhenti..
Tapi hanya menulis inilah aku bisa meletakkan pikiranku terhadapmu..
Aku ingin menguras semuanya..
Berharap kapan kapan aku kehabisan kata -kata untuk bercengkrama denganmu..
walau hanya lewat tulisan. ...
ronisnya malam ini aku masih ingin menulis tentangmu..
Tentangmu yang seakan akan lebih hidup saat ku ketik dalam barisan kata kata..
Pernah mendengar kata kata bahwa.. Orang itu akan dianggap mati jika ia telah di lupakan.. Sejahat apapun aku yang tak mau melepas bayanganmu,, itu karena aku hanya tak ingin berpikir bahwa kau mati, tentu saja mati dari anganku.. Dari hidupku.. Karena itu aku ingin terus mengetik tentangmu.. Jika saja apa -apa yang sedang ku kuras benar-benar tak kunjung habis.
Membicarakanmu tak akan lepas dari perangaimu.. Perangai yang kau tunjukkan saat bersamaku. Jangan pikir aku melupakannya.. Aku ingat dengan sendirinya saat nalarku tak mencoba untuk membongkarnya.. Sepertinya lebih senang berseteru dengan bawah sadar..
Kau yang mengajari ku banyak hal walau awalnya terasa sulit,menyedihkan dan tak bisa ku terima hingga bertahun tahun.. Aku yang bengal sampai susah untuk berdamai dengan hidupku. Ribut perang batin sendiri karena ingin membencinya saat cinta sudah di ubun-ubun. Repot membujuk untuk berdamai dan mencintainya dengan cara yang bermanfaat.. Risau karena dilema antara mengikhlaskan atau tetap kekanakk-kanakan dengan protes. Hm.. Tapi itu smua ternyata tak sejengkal pun mengembalikanmu padaku.. Dan saat aku tengah terpekur dalam kubangan masalah itu,, aku benar-benar menemukan diriku yang sendirian menjadi tertawaan lelucon hidup. Bukakah kau hanya makhluk? Bukankah dunia tak kan berhenti jika kau meninggalkan aku.? Bukankah detak waktu tak bisa benar-benar berhenti dan meminta pertanggung jawaban perjalanan hidupku? Yah.. Waktu terus berputar..aku harus bangun dari ratapan cinta yang tak berpenghujung akanmu.. Berputar otak.. Pasti ada banyak cara keluar dari peliknya masalah tentang hati ini.. Aku mencoba menitipkan semua yang terjadi padaNYA, mengambil senti demi senti masalah untuk direnungkan kembali.. Sampai aku bisa legowo menerima keadilanNYA.. Lama memang,, sibuk untuk mengikhlaskan.. Sibuk untuk mengira ngira, memadupadankan.. Sampai akhirnya logika berbentur perasaan yang masih tak stabill.. Penat untuk berpikir.. Malam bagai siksa.. Pagi jadi kosong.. Tapi aku sama sekali tak ingin mengutuk kegelapan.. Aku bahkan sangat ingin sekali menyalakan lilin dari bagian yang kau sisa.. Berharap redupnya dapat menghangatkan jiwa ku dari gemeretuk dinginnya takdir.. Berharap redupnya dapat membentangkan jalan bagiku untuk sekedar berdiri mencari arah.. Arah hidupku selanjutnya. Yang akan benar-benar sendirian tanpamu,tanpa sepatah dua patah kata yang tak bosan kau ngiangkan walaupun awalnya ku dengar hanya karena senang kau yang mengucapkannya padaku..setiap malam saat kau menemaniku.. Membimbingku membuat lampion yang bahkan setelah kau pergi aku lupa menaruhnya dimana…dan setelah lama baru aku menemukannya berserakan di dinding2 hatiku dalam kenangan akan dirimu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar