Aku masih mencintaimu.. Sungguh masih sempurna mencintaimu.. Namun mungkin dengan pemahaman cinta yang berbeda,, bukan berarti aku tak mencintainya.. aku memutuskan menjalani janji kehidupan bersamanya,, menemaninya menghabiskan waktu dengan guratan cinta bersama,, tapi ini sungguh berbeda,, cintaku padanya,, cintaku padamu,, tak sesederhana itu..
Ini bukan tentang siapa yang lebih dicintai atau yang kurang dicintai.. Bukan pula tentang siapa yang masih dicintai,sedang dicintai, atau sudah tak dicintai.. Sungguh tak kan sesederhana itu cinta ku., aku mencintaimu,, dengan pemahaman yang berbeda.. Setelah berdamai dengan masa lalu.. Setelah berdamai dengan melewati malam2 gelap, desah nafas tertahan, gelisah2 dalam tidur tak nyenyakku.. Setelah lama meringkuk di pelukan malam yang senyap, lenggang, gelap.. Setelah semua hancur berkeping2 dan tak bersisa selain kenangan yang mengabur,, semua sudah usai,, aku yang tak pernah tau makna kesempatan waktu itu.. Aku yang terlalu mencintaimu,, tak menyisakan celah untukmu mengenalku.. Berpenasaran untukku.. Aku yang tak bisa memanfaatkan waktu itu., saat terucap kata usai darimu pun aku hanya menerima,, tak membuat kesempatan apapun,, setidaknya hanya untuk bercengkrama lebih panjang malam itu.. Aku yang sekarang mungkin lebih menyesali apa2 yang belum kuperbuat,, bukan apa2 yang telah terjadi.. Kenapa tak bertanya lebih banyak? Kenapa tak berceloteh lebih riang? Knp tak lebih peduli ttgmu.. / knp tak belajar menyeimbangimu..? Kenapa tak memenuhi gelas kosong itu?kenapa, kenapa kenapa? Sekarang saat mengingatnya,, sakit ini menjadi sesuatu yang ku rindu selain kamu,, bahkan rindu ini pun gila,, saat aku berpikir lebih jauh ttg apa yang akan aku lakukan jika dipertemukan olehmu,, aku sungguh tak tahu.. Kau bukan hakku,, sama sekali bukan .. Bahkan dengan pencapaianku sekarang,, aku malu bertemu denganmu,, bahwa aku tak kan pernah bisa membuat kesempatan untuk membuatmu tahu ttg perkembangannku,, bahwa aku sudah bisa ini itu, bahwa yang terpenting aku sudah bisa berdamai dengan keputusan dulu.. Dengan masa lalu yang aq anggap kelabu,, Allah selalu benar,, benar IA cukupkan kesempatan mengenalmu lebih dekat dulu.. Agar aku tetap bisa menjaga cinta untukmu sebesar ini.. Benar IA mentakdirkan perstiwa lalu itu terjadi dengan segenap bumbu cemburu dan sakit yang kurasa.. Karena semua rasa itu begitu indah jika dikenang,, bahkan indah jika sakitnya dirasa…
Cinta ini sekarang.. Lebih dari rasa ingin memiliki dan bersama,, dan mungkin aku takkan pernah bisa merasakan seperti ini jika ALLAH memberiku kesempatan bersamamu,, bukankah katamu "kau tak akan mendapatkan seseorang bila kau terlalu mencintainya,," :) .cinta ini lebih hidup saat setelah berdamai dengan rasa sakit, melepas semua ego untuk bersama,, dan mengusir smua hasrat untuk memiliki,, cinta ini bersahabat dengan kata cukup yang mensyukuri.. Cukup untuk sebuah kesempatan , cukup dengan keputusan yang telah di ambil,, cinta ini memberi dan tak mengharap apapun,, cinta ini menjadi kekuatan sang pemilik bahwa hidup penuh dengan janji kebaikan.. Cinta ini hanya doa kebaikan yang tak putus mengalir untukmu,, cinta ini.. Kini milikku,, hanya punya aku,, untuk mencintaimu..
Cinta kepadanya,, berbeda,, dengan pemahaman yang berbeda pula,, aku memiliki janji kehidupan yang telah dipupuk dengan rajin dan di semai dengan tekun,., janji kehidupan lebih baik dengan nya.. Ia telah membuat kesempatan untuk itu.. Sekarang tinggal aku yang berperan.. Aku mencintainya,, dan apapun yang kulakukan dengannya untuk mengisi hari - hari ku dan masa depan dengannya adalah sesuatu yang ku jalani dengan segenap kesukaanku,, kerelaanku,, kepatuhanku.. Berharap semua itu akan memberiku kunci bahagia yang ku petik kelak.,,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar