Geli sebenarnya,, apa aku menertawakan lelucon,, atau aku menertawakan diriku sendiri,, atau lelucon sedang menertawakanku,, menertawakan tentang jalan hidupku,, tentang kesempatan yang tak sempat ku baca ,, tentang keputusan terburu-buru untuk bermain api,, dan baru tersadar setelah sekian lama berkubang,,, mati jika kembali,, tak ada jalan untuk kembali,, semua harus selesai disini,, di tulisan ini,, di carukmaruk rentetan muntahan hati dan pikirku,, harus.. harus ada yang terselesaikan…
Aku mulai berpikir banyak,, banyak sekali,, tentang apa yang pernah kau rasakan,, tentang apa yang pernah kau bicarakan,, tentang apa yang selanjutnya akan kau berikan padaku,, bahkan jika seluruh dunia meludah padamu pun aku masih menjadi pemujamu… karena kau tak mengijinkan aku terbatasi oleh perkataanmu,, oleh pikiranmu,, kau berharap aku merasakannya,, agar aku tau apa yang sedang kau bicarakan,, kau mengajariku dengan jalanmu,, dengan hidupku,, alasan bahwa kau bilang tak ada yang percaya picis omonganmu.. Sekarang mungkin aku merasakannya,, menjalani apa yang kau pikirkan… bahkan mungkin mengulang apa yang kau lakukan….tapi Tak menemukan jalan kembali.. Gelap.. Aku hanya terpekur dengan jalurnya,, bagaimana bisa.. B`gaimana sanggup aku.. Tak baik mengutuk kegelapan.. Tapi bahkan aku tak mampu menyalakan setengah batang lilin yang kau sisa..menangis tanpa suara.. Merintih kepada senyap.. Begitu mudahnya kau bermain dengan keputusan.. Hanya perlu meneguhkan hati bukan?! Tapi apakah akan semudah pikiranku saat ini ketika aku ingin merengkuh bahagiaku sendiri,, bukankah aku sudah diijinkan tetap bahagia dengan mengenang kisah cinta kita,, bukankah aku punya janji yang tetap harus teguh ku jalankan.. Akh… mungkin aku tak sehati-hati kau.. Tak sehati-hati kau dalam berucap.. Dan kini aku berkubang di pusara yang ku cipta..
Bagaimana mungkin.. Bagaimana bisa setelah meyakinkanmu dengan definisi kau dan dia.. Justru aku menemukan potongan puzzle yang lain.. Potongan puzzle yang bahkan tak seberapa.. Tapi menggoyahkan lututku.. Membuatnya diam tak bisa berjalan.. Membuatnya berhenti mengomando otak dan hati agar tetap berjalan di jalan yang telah tertempuh selama ini.. Tak kan berubah alur,, atau belum.. Tapi nyatanya berhenti… diam.. Bingung.. Berpikir tapi tak ada solusi.. Berjalan tapi enggan.. Kembali pun sukar..
Aku memberikan pengertian bahwa cinta tak harus memiliki.. Aku memahamkan untuk selalu ikhlas menerima suratan takdir yang datang.. Wlopun pikiranku dikelebati eksistensiku dahulu untuk membuatnya mencintaiku sedemikian rupa.. Untuk tak berhenti memilihku.. Namun aku tetap mencoba berbicara padanya.. Membuatnya tak akan membenciku jika kenyataan esok akan berbeda dari kebersamaan kami saat ini.. Lihatlah,, bahkan aku tengah melakukan hal yang mungkin kau lakukan dulu padaku.. Tapi kau memutuskan akhir.. Sedang aku.. Masih tak tau akhir yang akan ku buat..
Minggu, 13 Mei 2012
UNTITLED
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar