Referral Banners

Kamis, 03 Mei 2012

"Sunset Bersama Rosie" Bangkitkan Memori yang Menguar

Bagiku waktu selalu pagi. Di antara seluruh potongan 24 jam, bagiku pagi adalah waktu terindah. Ketika janji-janji baru muncul seiring embun menggelayut di ujung dedaunan, ketika harapan-harapan baru merekah seiring kabut yang mengambang di pesawahan hingga pegunungan. Pagi, berarti satu hari lagi yang melelahkan telah terlampaui 

ini adalah novel ke sekian yang berhasil memesonaku... novel itu adalah Sunset bersama Rosie. Tere Liye mengemasnya apik. Menguras hati. berbicara tentang kesempatan. tentang keputusan dengan janji2 kebaikan dalam hidup dan masa depan,, belajar berbesar hati untuk mencintai dan mengusir hasrat memiliki,,, mencintai dengan pemahaman yang sungguh berbeda.. Bahwa sekian lama kebersamaan sejak kecil, tak menjamin engkau akan memilikinya. 

Tere Liye berhasil mengaduk emosi pembacanya. Sebuah keluarga yang terkoyak dengan empat putri yang kuat. Anggrek yang bijaksana. Sakura yang cerdas dan periang. Jasmine yang paling baik hatinya. Dan Lili yang penurut dan menggemaskan. Semua terangkum dalam kisah cinta yang kompleks, tapi bukan picisan. Ini juga tentang kebesaran jiwa. Hidup memang keras. Dan tak semua masa lalu selalu indah. Tak perlu kau melupakannya. Karena jelas itu akan menyiksa jiwa dan fisikmu. Berdamailah dengannya. Sulit memang. Tapi, dengan itu, kau akan menjadi lebih merdeka. Ini juga tentang kehangatan. Bahwa cinta dan kasih terbesar harusnya lahir dari lingkungan keluarga. Dengan kebersamaan keluarga, problem, kesedihan, kekecewaan lebih ringan dijalani. membuat kita memikirkan sendiri makna..,dari..apakah itu perasaan? Keinginan? Rasa memiliki? Rasa sakit, gelisah, sesak, tidak bisa tidur, kerinduan, kebencian? Bukankah dengan berlalunya waktu semuanya seperti gelas kosong yang berdebu, begitu-begitu saja, tidak istimewa. Malah lucu serta gemas saat dikenang. Sebenarnya, apakah pengorbanan memiliki harga dan batasan? Atau priceless, tidak terbeli dengan uang, karena hanya kita lakukan untuk sesuatu yang amat spesial di waktu yang juga spesial? Atau boleh jadi gratis, karena kita lakukan saja, dan selalu menyenangkan untuk dilakukan berkali-kali. Sebenarnya, siapakah yang selalu pantas kita sayangi? Sebenarnya, apakah itu arti 'kesempatan'? Apakah itu makna 'keputusan'? Bagaimana mungkin kita terkadang menyesal karena sebuah 'keputusan' atas sepucuk 'kesempatan'? 

Melalui Novel ini, memori akan masa lalu yang indah dan menyakitkan menguar kembali.. mensugesti ku untuk tetap menghargai apa-apa yang telah terlewati dengan takjub dan keikhlasan,, membuat rasa rindu pada masa lalu itu semakin menjadi-jadi..  membuat aku yang hidup sekarang jauh lebih terkuatkan karena telah berdamai dengan masa lalu.

Melalui novel ini, saya menyadari bahwa orang dewasa seharusnya banyak belajar dari anak kecil. Mencari kekuatan, inspirasi, dan kebahagiaan. Jadi, silakan menikmati buku ini. Mungkin perspektif Anda berbeda dengan apa yang saya rasakan dan katakan. Tak jadi soal karena Justru itulah yang membuat hidup terasa lebih bermakna.. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar