Mimpi.. cita-cita.. keinginan.. sekalipun harus merangkak dan bergelayutan di jalan untuk menempuhnya, bukankah kita tetap harus bertahan agar sampai. begitulah aku sekarang, aku ingin seperti ini dan seperti itu.. aku ingin mendapat ini dan memperoleh itu, aku ingin mencapai ini dan berada disana-sini. bukankah banyak sekali yang kuinginkan, maka aku tidak bisa menyerah hanya karena jalannya berbatu dan melukai kakiku. namun aku tetap aku, seperti manusia yang tidak bisa dipisah dari ke-manusia-an-nya, begitu juga aku. tetap saja selalu ada waktu untuk merasa jatuh di sela sibuknya 24 jam. selalu ada rasa takut tentang bagaimana akhirnya nanti walau sudah bekerja keras tanpa ampun. jadi disinilah aku berada. di tumpah ruah sampahan pikiran dan hatiku yang sudah harus tersalur. tak mengapa jika tidak ada yang menepuk pundakku seraya berkata hal-hal yang menghibur, tak mengapa jika tak ada pelukan untuk sedetik saja aku menangis tersedu, tak mengapa bahkan jika siapapun yang menemukan ini akan merasa bahwa aku sangat berlebihan.. (dan hey, lihatlah sendiri di kedalamanmu.. melakukan apa yang sedang kulakukan seperti ini sangat membantu pada akhirnya.. coba saja.. ). aku tahu aku harus tetap semangat sampai akhir, seberapa buruk atau baik akhirnya nanti. aku percaya Tuhan lebih tahu yang terbaik dari aku. aku hanya harus berusaha dan percaya bahwa tuhan akan mengurus sisanya. aku selalu mengulang-ulang kalimat mujarab itu untuk menenangkanku di saat aku seperti ini, namun tetap saja.. aku memang butuh menulis.
Mimpi.. keinginan menjadi penulis.. semenjak seseorang itu membisikkan kata penulis di kehidupanku. aku mulai memikirkannya. iyakah? benarkah? bisakah? selalu mengotori lamunanku. hal yang terbaik yang aku bisa adalah mencari dan berada sedekat mungkin dengan jalan menuju kesana. apakah aku akan berhasil? aku masih belum tahu.. namun aku sudah dan masih berusaha untuk mencapainya. untuk dia kah? aku juga belum tahu itu, kenyataan bahwa suatu saat bila mungkin aku menjadi seorang penulis maka itu karena ia menyarankanku seperti itu atau semua murni karena aku masih sangat membingungkan untuk ditelaah. namun satu hal yang sampai saat ini aku sadari bahwa setiap aku menulis maka aku akan teringat pada ucapannya. dan setiap aku mengingat tanpa sadar ucapannya maka hatiku menjadi basah,, air mata keluar tanpa bisa dicegah.. semakin aku lari pada sujudku maka aku semakin pula memohon pada-Nya.. agar dijauhkan semua duka dari hidupnya.. dijauhkan dari semua perasaan omong kosong yang tidak perlu (seperti yang aku rasakan saat ini) dari padanya..
nb: entah kenapa aku juga ingin memberi tahunya.. bahwa apa-apa yang tidak bisa atau terlambat untuk dicegah.. bukankah masih bisa disyukuri?! seperti perpisahanku dengannya.. seperti air mata yang mengalir saat mengingatnya.. seperti saat ini.. aku disini dan entah kau ada dimana..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar