Kau benar, beberapa
hari ini aku sibuk berpikir. Bagamana cara untuk melepasmu, bagaimana cara
untuk bilang kepadamu. Kalau belum apa-apa aku sudah cengeng duluan. Kau tahu,
akhir cerita "senja disampingmu itu" aku pernah sedikit memamerkan di
fb . Dan sekarang, itu semua
terjadi.
Aku tau tak ada
jalan keluar, tak ada jalan lain kecuali kembali pada keputusan yang sudah di
pilih sebelumnya, dengan hidupmu yang sekarang dan dengan keputusanku untuk
mencintai mu sendiri. You know, you always know. I already miss u so badly. But
that's exactly my own consequence. You heal me with another deep scars, but im
ok with that, I'l deal with that.
Malam itu, aku
berada di titik nadhir. Dekat dengan bahagiaku, dekat dengan kesedihanku. Tapi
inginku memang menjadi angin, yang setiap saat memeluk ombak mencapai
pantainya. Menangis sejadi-jadinya itu
efek, bukan penyelesaian. Tapi untuk keberanianku mengucapkan segalanya. Disaat
semua bagian dari jiwa dan ragaku menolak mentah-mentah. Mencoba serakah dan
ingin sekali lagi menahanmu . Aku berterimakasih untuk itu, untuk tekad yang
entah datang dari mana, menyampaikan walau beribu jarum serasa menghujami
tubuhku. No way out. So this is the best
choice to choose. You left.
nanti, ketika aku bilang macam-macam, like "please come back or whatever its look like" please just make it a simple think, dont care about those words. trust me, i just wanna be ok, and sayin' those words makes me ok.
ini akhir yang kurencanakan di senja bersamamu,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar