Referral Banners

Rabu, 28 Mei 2014

Nadhir (no edit)


Kau benar, beberapa hari ini aku sibuk berpikir. Bagamana cara untuk melepasmu, bagaimana cara untuk bilang kepadamu. Kalau belum apa-apa aku sudah cengeng duluan. Kau tahu, akhir cerita "senja disampingmu itu" aku pernah sedikit memamerkan di fb .  Dan sekarang, itu semua terjadi. 

Aku tau tak ada jalan keluar, tak ada jalan lain kecuali kembali pada keputusan yang sudah di pilih sebelumnya, dengan hidupmu yang sekarang dan dengan keputusanku untuk mencintai mu sendiri. You know, you always know. I already miss u so badly. But that's exactly my own consequence. You heal me with another deep scars, but im ok with that, I'l deal with that.

Malam itu, aku berada di titik nadhir. Dekat dengan bahagiaku, dekat dengan kesedihanku. Tapi inginku memang menjadi angin, yang setiap saat memeluk ombak mencapai pantainya.  Menangis sejadi-jadinya itu efek, bukan penyelesaian. Tapi untuk keberanianku mengucapkan segalanya. Disaat semua bagian dari jiwa dan ragaku menolak mentah-mentah. Mencoba serakah dan ingin sekali lagi menahanmu . Aku berterimakasih untuk itu, untuk tekad yang entah datang dari mana, menyampaikan walau beribu jarum serasa menghujami tubuhku.  No way out. So this is the best choice to choose. You left. 

nanti, ketika aku bilang macam-macam, like "please come back or whatever its look like" please just make it a simple think, dont care about those words. trust me, i just wanna be ok, and sayin' those words makes me ok.


ini akhir yang kurencanakan di senja bersamamu, 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar