p.s: Aku tidak ingin
kekanak-kanakan di depanmu,
tapi itu yang selalu kau temukan saat berada di
hadapanku..
aku menulis ini, seolah kau ada dan
tiada.. Mungkin hanya seperti ini nikmat yang tersisa untukku
Apa kabar? Harusnya
itu kan yang aku katakan? Tapi aku tahu aku egois, aku hanya malu, aku hanya
tidak ingin melihatmu nyata tapi tidak bisa menyimpanmu. Aku lebih senang
dengan kenangan yang perih tapi bisa menyimpanmu semauku. Bisa kau lihat
se-egois apa aku bukan?!
Aku ingin
memberitahumu kalau aku membuat sebuah novel, dan seperti semua
tulisan-tulisanku yang lain, maka sudah dipastikan itu tidak akan jauh dari
kamu. Aku selalu bilang "menulis adalah salah satu cara membuangmu jauh
selangkah lebih cepat". Dan tahukah kau sampai saat ini novel itu tidak
pernah rampung. Sama sekali bukan karena aku malas, sama sekali bukan karena
aku kehilangan ide. Tapi saat itu usai, lalu bagaimana aku? Apakah akan
ditinggal juga oleh tokohmu di novel itu? Lihat, kau tahu bukan seberapa egois
nya aku.
Aku terlalu malu
untuk berkata senang kau telah menemukanku. .
Walaupun semua
memang berawal dari aku..
Susah sekali
mengatakanya..
Susah sekali
menerima kebaikan tuhan yang seperti ini terhadap aku..
Sedang terakhir kali
ini terjadi, tidak sampai sekedipan mata kau pergi.
Kau tahu apa terkaan
selanjutnya? Apa setelah ini kau akan pergi (lagi)?
# Mercusuar tak
pernah berhenti mengedip pancarkan cahaya, maka tidak salah kapal berlabuh
searah tuntunan sinarnya..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar