Dear diary,
Aku mencobanya,
selesai. Tiba-tiba ayah dengan garangnya tak mengijinkanku berangkat. Selesai.
Aku berbalik dan membanting pintu. Menangis. Yang aku perjuangkan. Harus
kurelakan di depan mataku. Lagi.
Aku harap masih ada
banyak kesempatan yang tiba menghampiriku. Semoga. Semoga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar