Referral Banners

Rabu, 17 September 2014

Sakit dan Dekut Burung Kukuk… (Monday, September 8, 2014 8:36 AM)


Well.. Keadaanku sudah jauh membaik pada saat aku mengetik ini, hanya sedikit efek obat yang mulai membuat rasa kantukku timbul tenggelam.. Aku tidak bisa terjaga lebih lama lagi, kurasa. Disaat jadwal kegiatan yang padat antara pindahan, membantu dea pada ospeknya, wira-wiri dr. sutomo untuk menentukan tanggal operasi mbak rima, tubuhku memilih jalan yang lain. Demam tinggi, flu pada musim kemarau, diiringi satu dua kali muntah, aku terpaksa menuruti tubuhku untuk bedrest beberapa hari.  Menyudahi sejenak apa yang menyibukkanku dan hanya benar-benar bedrest. Membosankan memang. Hariku hanya berputar2 dari tidur , dan minum obat. Tapi aku harus benar-benar sembuh sebelum semua kegiatan yang ku tunda tertumpuk kewajiban-kewajiban baru yang tak mau kalah untuk diselesaikan. So, finnaly, bedrest is the best choice to choose.

Saat hanya bergulingguling tak ada kerjaan, bosan yang tak karuan rasanya, hidung mampet, dan perasaan mual yang naik keubun-ubun. Aku melihat onggokan buku cuckoo's calling. Novel terbaru  J.K Rowling setelah the red vacancy. ia memakai nama pena Robert Galbraith. Well, novel ini sudah lama sekali ingin aku baca. Tapi entah kenapa buku setebal 519 halaman ini hanya mampu aku baca sampai halaman 120 saja. Padahal sudah berbulan-bulan ada di meja ku.

Aku mulai membacanya dan mengagumi imaginasi dari tante galbraith ini, mengingatkanku betapa dulunya aku senang sekali membaca serial harry potter dan menggerutu tak puas melihat filmnya yang terpotong disana-sini. Mengingatkanku pula kenapa aku sedari dulu selalu mengagumi cara berpikir dari om sherlock. Buku ini ringan dan menghibur, membuat si pembaca mengikuti pusaran imaginasi yang diciptakan tante galbraith, kemudian tertuntun untuk ikut berpikir, menciptakan asumsi-asumsi. Daan cantik sekali. Akhirnya tak tertebak dalam sekilas bacaan.  Memperkenalkan paman cormoran strike, seorang detektif partikelir , anak dari sang raja rocker. Kemampuannya yang sistematis dan hati-hati sekali dalam menyusun semua bukti-bukti kejahatan.  Kehidupan cintanya yang porak poranda, masa lalunya yang memeluk tidurnya di dalam ranjang lipat di kantor kecilnya,. Dan Sekretarisnya yang cerdas.  Membuat buku ini menjadi magnet si pembaca menyaingi buku-buku pendahulunya.  Masalah yang terjalin disana-sini terjalin begitu ruwet, kematian Lula landry yang menjadi ekstase bagi kehidupan paman strike  yang terpuruk,  sampai ia dihadapkan oleh pembunuh psikopat yang mengancam banyak nyawa. Buku ini cantik sekali.. Imaginasinya.. Penggambaran kota london yang tanpa cela. Tokoh-tokohnya, konfliknya. Aku menikmati semuanya. Aku heran kenapa buku itu awalnya hanya berhenti kubaca sampai halaman 120. waktu luang yang sangat memadai kali ini berhasil membuatku membaca sisa dari buku ini dengan santai. Buruknya, ini hanya bertahan sampai pukul 2 dini hari dan selesai pada hari dimana aku berniat membaca. Kalau sudah begini, berarti besok aku harus siap-siap bongkar kardus lagi. Mencari buku novel-novel  tebal yang bisa dilahap.. Ternyata.. Bersantai, membaca buku-buku dan mengetik ini semua tidaklah hari yang buruk untuk dilalui. Semoga.. Besok bisa lebih baik lagi.. Kesehatan pulih.. Dan satu dua kegiatan yang sudah lama mengantre, terselesaikan dengan baik. Amin..


Nb: ada satu bait puisi yang diingat paman strike saat ia berada di rumah sakit tempat ia memeriksakan tungkai amputasinya..

Aku menjelma sebaris nama

Aku tak mampu rehat dari petualangan:
Aku mau mereguk tuntas hidup hingga tandas,
Sampai ampas; seluruh waktu telah kunikmati sehikmat-hikmatnya,
Telah melukaiku secuka-cukanya,
Baik ketika bersama mereka yang kucintai,
Atau saat aku sendiri menemani diri;
Di landai pantai, gugus bintang hyades berjatuhan bagai hujan petir
Menyalakan samar hampar lautan:
Aku menjelma sebaris nama. . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar