Well.. Keadaanku
sudah jauh membaik pada saat aku mengetik ini, hanya sedikit efek obat yang
mulai membuat rasa kantukku timbul tenggelam.. Aku tidak bisa terjaga lebih
lama lagi, kurasa. Disaat jadwal kegiatan yang padat antara pindahan, membantu
dea pada ospeknya, wira-wiri dr. sutomo untuk menentukan tanggal operasi mbak
rima, tubuhku memilih jalan yang lain. Demam tinggi, flu pada musim kemarau,
diiringi satu dua kali muntah, aku terpaksa menuruti tubuhku untuk bedrest
beberapa hari. Menyudahi sejenak apa
yang menyibukkanku dan hanya benar-benar bedrest. Membosankan memang. Hariku
hanya berputar2 dari tidur , dan minum obat. Tapi aku harus benar-benar sembuh
sebelum semua kegiatan yang ku tunda tertumpuk kewajiban-kewajiban baru yang
tak mau kalah untuk diselesaikan. So, finnaly, bedrest is the best choice to
choose.
Saat hanya
bergulingguling tak ada kerjaan, bosan yang tak karuan rasanya, hidung mampet,
dan perasaan mual yang naik keubun-ubun. Aku melihat onggokan buku cuckoo's
calling. Novel terbaru J.K Rowling
setelah the red vacancy. ia memakai nama pena Robert Galbraith. Well, novel ini
sudah lama sekali ingin aku baca. Tapi entah kenapa buku setebal 519 halaman
ini hanya mampu aku baca sampai halaman 120 saja. Padahal sudah berbulan-bulan
ada di meja ku.
Aku mulai membacanya
dan mengagumi imaginasi dari tante galbraith ini, mengingatkanku betapa dulunya
aku senang sekali membaca serial harry potter dan menggerutu tak puas melihat
filmnya yang terpotong disana-sini. Mengingatkanku pula kenapa aku sedari dulu
selalu mengagumi cara berpikir dari om sherlock. Buku ini ringan dan menghibur,
membuat si pembaca mengikuti pusaran imaginasi yang diciptakan tante galbraith,
kemudian tertuntun untuk ikut berpikir, menciptakan asumsi-asumsi. Daan cantik
sekali. Akhirnya tak tertebak dalam sekilas bacaan. Memperkenalkan paman cormoran strike, seorang
detektif partikelir , anak dari sang raja rocker. Kemampuannya yang sistematis
dan hati-hati sekali dalam menyusun semua bukti-bukti kejahatan. Kehidupan cintanya yang porak poranda, masa
lalunya yang memeluk tidurnya di dalam ranjang lipat di kantor kecilnya,. Dan
Sekretarisnya yang cerdas. Membuat buku
ini menjadi magnet si pembaca menyaingi buku-buku pendahulunya. Masalah yang terjalin disana-sini terjalin
begitu ruwet, kematian Lula landry yang menjadi ekstase bagi kehidupan paman
strike yang terpuruk, sampai ia dihadapkan oleh pembunuh psikopat
yang mengancam banyak nyawa. Buku ini cantik sekali.. Imaginasinya..
Penggambaran kota london yang tanpa cela. Tokoh-tokohnya, konfliknya. Aku
menikmati semuanya. Aku heran kenapa buku itu awalnya hanya berhenti kubaca
sampai halaman 120. waktu luang yang sangat memadai kali ini berhasil membuatku
membaca sisa dari buku ini dengan santai. Buruknya, ini hanya bertahan sampai
pukul 2 dini hari dan selesai pada hari dimana aku berniat membaca. Kalau sudah
begini, berarti besok aku harus siap-siap bongkar kardus lagi. Mencari buku
novel-novel tebal yang bisa dilahap..
Ternyata.. Bersantai, membaca buku-buku dan mengetik ini semua tidaklah hari
yang buruk untuk dilalui. Semoga.. Besok bisa lebih baik lagi.. Kesehatan
pulih.. Dan satu dua kegiatan yang sudah lama mengantre, terselesaikan dengan
baik. Amin..
Nb: ada satu bait
puisi yang diingat paman strike saat ia berada di rumah sakit tempat ia
memeriksakan tungkai amputasinya..
Aku menjelma sebaris nama
Aku tak mampu rehat dari
petualangan:
Aku mau mereguk tuntas hidup
hingga tandas,
Sampai ampas; seluruh waktu
telah kunikmati sehikmat-hikmatnya,
Telah melukaiku
secuka-cukanya,
Baik ketika bersama mereka
yang kucintai,
Atau saat aku sendiri
menemani diri;
Di landai pantai, gugus
bintang hyades berjatuhan bagai hujan petir
Menyalakan samar hampar
lautan:
Aku menjelma sebaris nama. .
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar