Beberapa hari
terakhir di pandaan begitu berat, banyak hal yang harus segera di selesaikan
dengan tuntas. Pertama mengunjungi sekolah adek (titan), menjadi wali dadakan untuk mengurus raportnya. Ada banyak
kesalahan teknis yang sedari dulu sudah kuingatkan untuk diperbaiki namun tetap
saja di biarkan. Nah kalau sudah di samperin kesana, bolak balik kantor
kesiswaan dan BK, akhirnya mau di luruskan.
Lanjut ke pandaan, ketemu dea, sedikit memberi motivasi, bahwa
perjuangan belum berakhir, mimpinya, ada untuk di raih. 5 kali gagal mendapat kesempatan untuk duduk
di perguruan tinggi, sama sekali tak boleh menyurutkan keinginannya, walaupun tak
terbayang bagaimana rasa putus asa di dalam dirinya bersorak-sorai untuk di
gubris. Sampai si empunya akan membenarkan kalimat-kalimat negatif yang
seliweran di kiri kanan telinganya. Bahwa sudah saatnya menyerah dan mencari
kerja, bahwa orang tak berkecukupan materi dilarang mengenyam pendidikan
tinggi, klise sekali. Bahwa hidup harus berjalan di atas kemudahan yang sudah
pasti-pasti saja, bahwa dia harusnya tak boleh seperti punuk merindukan bulan.
Atau bahkan membujuk hatinya dan pikirannya untuk meyakini bahwa, sekolah sudah
lagi tak penting, kerja lah yang penting, dapet duit. Survive. Dan segala tetek bengek lainnya.
Entahlah, aku gemas
sekali. Orang-orang tua sekitar, berhak memberi nasehat dan mengingatkan jika
kami memang punya keinginan muluk-muluk, bukan memaksa dan menyuruh,
menjatuhkan dan berbicara negatif, mengecilkan niat kami, atau bahkan
menyudutkan kami. Dulu sebelum aku
berangkat ke surabaya, pembicaraan ini sudah sering sekali aku dnegar, dan
mungkin, sekarang, giliran dea yang harus menerima semuanya. Kalau dulu aku
akan tutup telinga, memilih menyelesaikan pekerjaan rumah dan bernyanyi agar
tak mendengar omelan mereka. Atau selalu menangis pada rabb ku, bersyukur di
beri pendengaran yang tajam untuk setiap yang membicarakanku, sambil minta di
beri kekuatan untuk tetap berjuang, entah sampai mana akhirnya. Mungkin
sekarang giliran dea yang mengalami itu. Dan berulang kali aku bilang padanya,
perjuangan belum berakhir, ga papa menangis, karena tangisan itu menguatkan,
sama halnya saat tangisan itu menguatkanku hingga saat ini.
Hingga terbuka
pikirannya, menguat niatnya untuk tetap berjuang, berdoa tidak ada habisnya,
bertasbih tak kenal lelah. Saat ini ia bersiap-siap untuk mendaftar di d3
vokasi unair dan pendidikan bahasa jepang di unesa. Serta mencari beberapa
lowongan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya. Bismillah semoga lulus dan lolos. Selesai membantu proses pendaftaran dan
lain-lainnya. Aku sedikit lega, dan bisa
pergi ke surabaya dengan tenang. Malam hari sebelum berangkat ke surabaya, ada
bbm dari ika (adek yang pernah hilang.. :D nah lo.. Hahaha) kita merencanakan
ketemuan dari beberapa waktu lalu tapi belum sempat terlaksana, sampai akhirnya
waktu itu kami berada di kota yang sama. Sehingga mudah saja memutuskan untuk
bertemu, di detik itu juga. Voilaa.. Kmi bertemu di pujasera pandaan, saling
bertukar peluk dan bertanya kabar. Sejenak aku berkaca-kaca, dalam hati aku
berujar, "terimakasih ya Allah.. Sudah Kau perkenankan kami bertemu lagi..
Adikku yang telah menjadi dewasa, menyenangkan,, terima kasih telah Engkau
pelihara dia disaat aku tak bisa selalu menemani masa remajanya,, terimakasih untuk menumbuhkan segala
pemahaman terbaik dengan caraMu.. " kami hanya makan dan sebentar
-sebentar berkelakar. Saling bilang "jangan ilang lagi ya,.. "
subhanallah.. Senang sekali malam itu.
Waktu cepat sekali berlalu hingga waktu menunjukkan pukul 21.20. dengan
berat hati kami harus pulang kerumah masing-masing, dan aku harus bersiap diri
untuk pulang ke surabaya. Kembali aku harus bilang bahwa aku senang sekali, yah
walaupun setelahnya aku harus mengeluarkan energi terbesarku untuk membujuk
diriku sendiri, bahwa sudah wkatunya pulang ke surabaya. Berat sekali. Tapi
kami sama-sama berdoa, semoga ada umur panjang untuk bisa kembali
bersenang-senang berdua, menyambung silaturahim. Dan begitulah ceritaku
kemarin.
P.S: Dan untuk kamu
yang entah ada dimana saat ini, aku berdoa.. "semoga Allah selalu
melindungimu.. Meridhoi setiap langkah
dan keputusanmu.. Menguatkanmu dengan caraNya yang terbaik.. Melancarkan
rezekimu.. Melapangkan hatimu.. Dan semoga kau baik-baik saja disana.. Semoga
kau selalu di beri nikmat dan kasih sayang Nya yang tiada tara.. "
"amiin.."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar