Referral Banners

Selasa, 05 Agustus 2014

Perjuangan belum berakhir, Adikku sayang...

        Beberapa hari terakhir di pandaan begitu berat, banyak hal yang harus segera di selesaikan dengan tuntas. Pertama mengunjungi sekolah adek (titan), menjadi wali  dadakan untuk mengurus raportnya. Ada banyak kesalahan teknis yang sedari dulu sudah kuingatkan untuk diperbaiki namun tetap saja di biarkan. Nah kalau sudah di samperin kesana, bolak balik kantor kesiswaan dan BK, akhirnya mau di luruskan.  Lanjut ke pandaan, ketemu dea, sedikit memberi motivasi, bahwa perjuangan belum berakhir, mimpinya, ada untuk di raih.  5 kali gagal mendapat kesempatan untuk duduk di perguruan tinggi, sama sekali tak boleh menyurutkan keinginannya, walaupun tak terbayang bagaimana rasa putus asa di dalam dirinya bersorak-sorai untuk di gubris. Sampai si empunya akan membenarkan kalimat-kalimat negatif yang seliweran di kiri kanan telinganya. Bahwa sudah saatnya menyerah dan mencari kerja, bahwa orang tak berkecukupan materi dilarang mengenyam pendidikan tinggi, klise sekali. Bahwa hidup harus berjalan di atas kemudahan yang sudah pasti-pasti saja, bahwa dia harusnya tak boleh seperti punuk merindukan bulan. Atau bahkan membujuk hatinya dan pikirannya untuk meyakini bahwa, sekolah sudah lagi tak penting, kerja lah yang penting, dapet duit. Survive.  Dan segala tetek bengek lainnya. 

           Entahlah, aku gemas sekali. Orang-orang tua sekitar, berhak memberi nasehat dan mengingatkan jika kami memang punya keinginan muluk-muluk, bukan memaksa dan menyuruh, menjatuhkan dan berbicara negatif, mengecilkan niat kami, atau bahkan menyudutkan kami.  Dulu sebelum aku berangkat ke surabaya, pembicaraan ini sudah sering sekali aku dnegar, dan mungkin, sekarang, giliran dea yang harus menerima semuanya. Kalau dulu aku akan tutup telinga, memilih menyelesaikan pekerjaan rumah dan bernyanyi agar tak mendengar omelan mereka. Atau selalu menangis pada rabb ku, bersyukur di beri pendengaran yang tajam untuk setiap yang membicarakanku, sambil minta di beri kekuatan untuk tetap berjuang, entah sampai mana akhirnya. Mungkin sekarang giliran dea yang mengalami itu. Dan berulang kali aku bilang padanya, perjuangan belum berakhir, ga papa menangis, karena tangisan itu menguatkan, sama halnya saat tangisan itu menguatkanku hingga saat ini.

        Hingga terbuka pikirannya, menguat niatnya untuk tetap berjuang, berdoa tidak ada habisnya, bertasbih tak kenal lelah. Saat ini ia bersiap-siap untuk mendaftar di d3 vokasi unair dan pendidikan bahasa jepang di unesa. Serta mencari beberapa lowongan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya.  Bismillah semoga lulus dan lolos.  Selesai membantu proses pendaftaran dan lain-lainnya.  Aku sedikit lega, dan bisa pergi ke surabaya dengan tenang. Malam hari sebelum berangkat ke surabaya, ada bbm dari ika (adek yang pernah hilang.. :D nah lo.. Hahaha) kita merencanakan ketemuan dari beberapa waktu lalu tapi belum sempat terlaksana, sampai akhirnya waktu itu kami berada di kota yang sama. Sehingga mudah saja memutuskan untuk bertemu, di detik itu juga. Voilaa.. Kmi bertemu di pujasera pandaan, saling bertukar peluk dan bertanya kabar. Sejenak aku berkaca-kaca, dalam hati aku berujar, "terimakasih ya Allah.. Sudah Kau perkenankan kami bertemu lagi.. Adikku yang telah menjadi dewasa, menyenangkan,, terima kasih telah Engkau pelihara dia disaat aku tak bisa selalu menemani masa remajanya,,  terimakasih untuk menumbuhkan segala pemahaman terbaik dengan caraMu.. " kami hanya makan dan sebentar -sebentar berkelakar. Saling bilang "jangan ilang lagi ya,.. " subhanallah.. Senang sekali malam itu.  Waktu cepat sekali berlalu hingga waktu menunjukkan pukul 21.20. dengan berat hati kami harus pulang kerumah masing-masing, dan aku harus bersiap diri untuk pulang ke surabaya. Kembali aku harus bilang bahwa aku senang sekali, yah walaupun setelahnya aku harus mengeluarkan energi terbesarku untuk membujuk diriku sendiri, bahwa sudah wkatunya pulang ke surabaya. Berat sekali. Tapi kami sama-sama berdoa, semoga ada umur panjang untuk bisa kembali bersenang-senang berdua, menyambung silaturahim. Dan begitulah ceritaku kemarin. 

P.S: Dan untuk kamu yang entah ada dimana saat ini, aku berdoa.. "semoga Allah selalu melindungimu.. Meridhoi  setiap langkah dan keputusanmu.. Menguatkanmu dengan caraNya yang terbaik.. Melancarkan rezekimu.. Melapangkan hatimu.. Dan semoga kau baik-baik saja disana.. Semoga kau selalu di beri nikmat dan kasih sayang Nya yang tiada tara.. " "amiin.."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar